batampos.co.id – Sejumlah masyarakat Kota Batam masih mengeluhkan ketersediaan gas LPG 3 kilo atau gas melon. Disisi lain, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan gas subsidi di pangkalan-pangkalan Batam normal.
Seperti Sabtu (3/11/2018) pagi, masyarakat masih kewalahan mencari pangkalan yang masih menjual gas melon tersebut. Beberapa pangkalan di Bengkong menyebutkan gas melon tengah habis.
“Masih kosong, kemungkinan siang atau sore sudah datang,” imbuh pemilik pangkalan di Bengkong.
Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut Rudi Arifianto membantah kekosongan gas. Menurutnya, ketersediaan LPG 3 kilo di pangkalan-pangkalan resmi tersedia.
“Kami sudah cek di pangkalan resmi dan tersedia secara normal,” imbuh Rudi kepada Batam Pos.
Ia meminta masyarakat mencari gas bersubsidi di pangkalan-pangkalan resmi, jangan ke pengecer. Sebab ketersediaan gas di pangkalan dipastikan ada.
“Di pangkalan banyak tersedia, jadi jangan beli ke pengecer. Harganya juga tak akan berubah (Rp 18.000),” imbuh Rudi.
Disinggung masih adanya sejumlah pangkalan yang kosong berdasarkan pantauan Batam Pos, Rudi akan kembali mengecek. Namun ia memastikan jika ketersediaan gas di pangkalan-pangkalan resmi kawasan Batamcenter aman.
“Batamcenter clear semua, aman untuk stoknya. Kalau boleh tahu pangkalan resmi yang kosong dimana, nanti saya cek,” ujar Rudi.
Bahkan Rudi menghimbau agar masyarakat mampu tidak membeli gas bersubsidi tersebut. Karena gas melon hanya diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.
Rozi, pemilik pangkalan resmi di Batamcenter membenarkan stok gas melon sudah tersedia. Gas-gas melon tersebut baru datang Sabtu pagi.
“Baru datang tadi pagi, harusnya jadwalnya Jumat kemarin. Ini saja baru datang sudah banyak yang habis,” ujar Rozi.
Menurut dia, jadwal pengiriman gas ke pangkalan-pangkalan dua kali seminggu. Dimana ia dapat jatah pengiriman Senin dan Jumat.
“Nah kemarin datang Senin langsung habis. Jadi sempat kosong Senin sampai Jumat,” pungkas Rozi. (she)
