batampos.co.id – Aksi percobaan penculikan anak terjadi di Batam. Kali ini pelakunya perempuan. Sedangkan korban merupakan balita berinisial SM berusia 1,4 tahun
Kejadian dugaan penculikan ini terjadi di pemukiman warga di dekat SD Negeri 009 Botania, Batamkota, Sabtu (3/11/2018) pagi.
Berawal saat Yuliati, pengasuh SM tengah mengendong balita tersebut. Tiba-tiba pelaku mendekat dan mengajak Yuliati bercengkrama. Perempuan berkaos krah merah ini pun menyatakan gemas akan kelucuan SM dan ingin mengendong.
Tanpa rasa curiga, Yuliati menyerahkan SM ke perempuan tersebut. Bersela beberapa menit, perempuan itu kemudian membawa SM menjauh dan diduga hendak membawa kabur SM. Punya firasat buruk, Yuliati kemudian mengejar pelaku dan meminta SM. Namun pelaku enggan menyerahkan SM, hingga akhirnya dipaksa oleh Yuliati.
“Dia sempat bilang bayinya cantik. Kakak gendong ya, ujarnya. Tapi pas saya minta dia tak mau, kemudian saya rebut,” ujar Yuliati.
Warga yang melihat kejadian itu langsung mendekati korban dan pelaku. Namun anehnya, saat diamankan pelaku seperti orang bingung menjawab pertanyaan warga. Untung saja, pelaku tak diamuk warga dan kemudian diserahkan ke polisi.
Di kantor polisi, perempuan itu mengaku bernama Lilis. Ia berasal dari Cianjur. Namun, keterangannya kembali berubah dan mengatakan berasal dari Singapura. Kepada petugas polisi ia minta dipulangkan dan naik pesawat.
“Dari tadi jawabnya ngelantur dan berubah-ubah. Kemungkinan pura-pura bingung,” ujar petugas polisi.
Sementara, Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus mengaku masih kesulitan dalam memeriksa pelaku. Sebab saat ditanya seperti orang bingung dan tidak mengenali namanya sendiri.
“Kami masih lakukan pemeriksaan. Belum bisa disimpulkan apakah pelaku memang stress atau memang pelaku penculikan. Karena dimintai keterangan masih tak nyambung,” jelas Firdaus.
Menurut Firdaus, untuk proses lanjutan pihaknya akan memeriksa kejiwaan pelaku ke rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. Pemeriksaan kejiwaan pelaku akan didampingi tim Fisikologi Polda Kepri.
“Kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaannya dulu. Memastikan dia stress atau seperti apanya,” pungkas Firdaus. (she)
