Iklan

Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi di Indonesia dengan wilayahnya sekitar 95% merupakan lautan dan hanya 5% merupakan wilayah daratan. Hal ini mempengaruhi ekosistem yang ada di provinsi ini. Beberapa jenis tanaman yang ada di Provinsi Kepulauan Riau memiliki performa yang berbeda dengan wilayah lain, sehingga diduga merupakan sumberdaya genetik setempat salah satunya Durian.

Di Indonesia ditumbuhi sekitar 20 spesies durian dari jumlah total 28–30 yang ada di dunia.

Tercatat ada sembilan jenis Durio di Indonesia yang dapat dimakan, masing-masing adalah

  1. Durio dulcis (lahong),
  2. D. excelsus (apun),
  3. D. grandiflorus (sukang),
  4. D. graveolens (tuwala),
  5. D. kutejensis (lai),
  6. D. lowianus (teruntung),
  7. D. oxleyanus (kerantungan),
  8. D. testudinarum (durian sekura) dan
  9. D. zibethinus (durian).

Enam jenis diantaranya telah dibudidayakan oleh penduduk, seperti:

  1. D. dulcis,
  2. D. grandiflorus,
  3. D. graveolens,
  4. D. kutejensis,
  5. D. oxleyanus, dan
  6. D. zibethinus (Siregar,2006; Uji,2005; Wiryanta, 2008).

BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau mempunyai tugas dan fungsi salah satunya mengetahui keberadaan dan mengamankan sumberdaya genetik tanaman pertanian di Provinsi Kepulauan Riau, Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan penelitian/kajian inventarisasi dan karaktarisasi sumber daya genetik. inventarisasi merupakan kegiatan mendata dan mencari jenis varietas maupun spesies lokal tertentu guna mengamankan dari kepunahan.

Langkah ini diperlukan guna menyelamatkan varietas maupun spesies lokal dan kerabat liar yang semakin terdesak keberadaannya, akibat semakin intensifnya penggunaan varietas dan spesies unggul baru. Karakterisasi merupakan kegiatan dalam rangka mengidentifikasi sifat-sifat penting yang bernilai ekonomis, atau yang merupakan penciri dari varietas maupun spesies yang bersangkutan.

Karakter yang diamati dapat berupa karakter kualitatif maupun kuantitatif dari varietas maupun spesies tersebut. Sala satu hasil pada inventarisasi sumberdaya genetic adalah ditemukan Durian daun.

Masa pembungaan tanaman durian Daun terjadi pada bulan April. Warna bunga durian Daun adalah putih kekuningan. Bentuk bunga durian Daun berbeda dengan kerabatnya Durio zibethinus, yaitu lebih membulat dengan posisi putik terhadap benang sari sejajar.

Daun durian Daun berbentuk elip, dengan pangkal daun mendatar. Menurut Hardiantono (1992) dalam Yuniarti (2011), daun durian berbentuk elips hingga bulat telur dengan tangkai dan pangkal daunnya berbentuk bulat. Warna permukaan daun bagian atas hijau muda, sementara bagian bawah berwarna putih hijau kecoklatan. Warna daun suatu jenis tumbuhan dapat berubah menurut keadaan tempat tumbuhnya dan erat sekali hubungannya dengan persediaan air dan makanan serta penyinaran (Tjitrosoepomo, 2005).

Gambar 1. Daun, buah dan bunga durian Daun di Kabuapten Bintan

Buah durian Daun berbentuk bulat seperti bola dengan bobot kurang dari 1 kg. Warna buah hijau dari muda sampai buah masak dan jatuh dari pohon. Duri pada durian Daun lebih panjang dibandingkan durian biasa (D. zibethinus), kondisi ini menguntungkan karena hewan seperti tupai kurang menyenanginya. Berdasarkan wawancara dengan pemilik pohon durian Daun, produksi buah per pohon rata-rata 400 buah. Jika rata-rata bobot perbuah durian Daun 0,5 kg, berarti produksinya 200 kg/pohon/tahun. Buah durian Daun yang baru jatuh dari pohon, agak sulit dibuka sesuai garis juring, sehingga untuk memudahkan membukanya ditunggu 1 hari setelah buah jatuh.

Daya simpan buah durian daun relatif lebih lama dibandingkan kerabatnya D. zibethinus, tanpa mengurangi kualitas dari daging buah. Hal ini merupakan potensi dalam penyimpanan untuk pendistribusian durian Daun ke wilayah yang jauh dari wilayah produksi. Saat ini buah durian Daun baru dipasarkan di sekitar wilayah produksinya, dengan harga Rp. 15.000-25.000,-./buah.

Durian Daun berpotensi untuk dijadikan sebagai buah komersial dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas, akan tetapi saat ini sebagian masyarakat di luar Kabupaten Bintan kurang mengenal durian ini. Performans durian ini yang mungil memungkinkan untuk menjadikannya sebagai buah meja cukup untuk 1 orang per buah.

Hasil analisis kandungan nutrisi daging buah durian Daun yang terdapat di Kabupaten Bintan disajikan pada Tabel 4. Komponen analisis nutrisi diantaranya adalah kandungan vitamin C, β karoten dan total padatan terlarut (total soluble Solid/TSS). Kandungan vitamin C dan β karoten pada buah durian Daun berturut-turut adalah 111.09 mg/100 gr dan 41.57 µg/100 gr .

Sementara TSS durian Daun adalah 33.800Brix. Kandungan vitamin C daging buah durian Daun tergolong tinggi yaitu 111.09 mg/100 gr. Vitamin C memiliki peranan penting dalam tubuh manusia, diantaranya sebagai antioksidan zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Konsumsi vitamin C yang dibutuhkan oleh manusia rata – rata 60 mg per hari (Hernani dan Rahardjo, 2006).

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Daging Buah Durian Daun di Kabupaten Bintan
BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau membangun sistem informasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak lokal Kepulauan Riau yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pemuliaan.

Kerjasama dengan pemerintah daerah, petani, kelompok tani, masyarakat akan memberikan kepastian dalam informasi sumberdaya genetik.

Manfaat langsung yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah terkarakterisasinya kekayaan SDG lokal baik jumlah, jenis, sifat morfologi, lokasi dan pemanfaatannya, sehingga dapat tersusun suatu sistem informasi SDG lokal tersebut yang memudahkan dalam pelestariannya.

Manfaat lainnya terhadap bidang pemulian tanaman adalah sebagai sumber genetik untuk perakitan varietas dan spesies dengan berbagai keunggulan yang dimiliki SDG tanaman di Kepulauan Riau. Serta berdampak dalam membantu petani menjaga keberadaan tanaman lokal secara in-situ serta mengkonservasinya secara ex-situ. (Robinson Putra/BPTP Balitbangtan Kepri)

Advertisement
loading...