
batampos.co.id – As, warga Batuaji, menjual kehormatan istri dan adik iparnya ke pria lain demi uang.
Aksi bejat As ini dilaporkan oleh F, kakak kandung N, istri pelaku ke polisi. F tak terima karena N dan B adik perempuannya yang lain dijual oleh As ke pria hidung belang. Semula F mendatangi Mapolsek Batuaji, Senin (5/11) pagi untuk mengadu perbuatan bejat As, namun aduan tersebut diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang.
”Karena ini ranahnya PPA kita arahkan ke Polres saja,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, kemarin.
Kepada polisi F yang ditemani N dan B mengatakan, perilaku tak terpuji yang dilakukan As sudah berlangsung lama, yakni setelah menikah lima tahun lalu. Semula hanya N yang dijajakan As ke teman-teman prianya yang lain, namun setahun belakangan B, adik perempuan N yang datang dan tinggal bersama mereka juga dijajakan As ke teman-teman prianya.
”Ke teman-temannya juga dia (As) jual. Tak malu dia, padahal istri dan adik iparnya sendiri,” ujar F di Mapolsek Batuaji.
N dan B sendiri mengakui perilaku tak terpuji yang dilakukan As itu. Kakak beradik itu bahkan mengaku tak ingat pasti sudah berapa kali mereka dipaksa melayani kawan-kawan As. ”Sudah lama kami diperlakukan seperti ini. Kawan-kawannya suruh ke rumah untuk tidurin kami dua,” cerita N.
N dan B mengaku tak bisa berbuat banyak saat dipaksa melayani tamu-tamu yang dibawa As. Keduanya nurut saja seperti terkena hipnotis. ”Setiap kali ada tamu kami disuruh minum dulu air yang disediakannya (As). Mungkin itu yang membuat kami seperti tak sadar,” kata N lagi.
N dan B juga mengakui keduanya sengaja dijual As untuk mendapatkan uang. Sebab, setelah keduanya digauli, As selalu menerima uang dari tamu-tamu mereka tersebut.
Dengan adanya aduan itu, baik F, N ataupun B berharap agar As bisa diproses karena telah merusak harga diri dan nama keluarga besar N.(eja)
