Kamis, 16 April 2026

KPK Turun, Walikota Batam Ingatkan Pegawai Pemko

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengingatkan pegawai maupun pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar memperhatikan dan menyelesaikan laporan keuangan menjelang akhir tahun ini.

Rudi mengatakan, laporan keuangan harus jelas, baik pendapatan maupun belanja. Ia tidak ingin persoalan keuangan akan menjadi masalah hukum di kemudian hari.

”Tinggal sebulan lagi. Laporkan segera, uang masuk maupun uang keluar,” kata Rudi saat apel di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (5/11) pagi.

Tidak hanya minta segera diselesaikan, Rudi juga minta agar laporan harus bebas masalah.

Maka pegawai maupun pejabat di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam harus teliti. ”Dari atas sampai ke bawah tak boleh ada persoalan,” tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan turun ke Batam pada peluncuran penerapan pajak online untuk dua provinsi, yakni Riau dan Kepri, Rabu (28/11) mendatang.

”Batam ini dijadikan contoh penggunaan anggaran. Saya minta ini dianalisa baik-baik, kedatangan mereka (KPK) apa hanya untuk meresmikan itu atau ada hal lain?” ujar Rudi yang pernah berkarir di kepolisian ini.

Ia menilai, sejauh ini pegawai Pemko Batam sudah bekerja sangat baik. Tapi terlepas dari penilain tersebut, bukan tidak mungkin masih ada yang kurang. Untuk itu, ia meminta pegawai dan pejabat juga mengevaluasi diri. ”Hasil kerja yang baik harus dipertahankan. Saya ingin sampaikan supaya selamat dari permasalahan, perhatikan betul-betul kerja kita,” ujarnya.

Rencana kedatangan pimpinan KPK ke Batam diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, Minggu (4/11) lalu. Rencananya pimpinn KPK yang akan hadir dalam peluncuran penerapan pajak online itu, adalah Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Pada acara tersebut juga disejalankan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penerapan tapping box antara Bank Riau Kepri dengan pemerintah daerah di Provinsi Kepri (Batam, Bintan dan Tanjungpinang) maupun Provinsi Riau (Dumai dan Pekanbaru). ”Pimpinan KPK yang nanti datang adalah Basaria Panjaitan,” kata Raja, kemarin.

Tidak hanya untuk dua provinsi tersebut, KPK juga akan mengundang Gubernur Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Di kesempatan itu, para kepala daerah tersebut juga akan melakukan PKS dengan bank daerahnya masing-masing terkait penerapan tapping box.

”Batam adalah pilot project. Targetnya program ini jadi program nasional,” sebut Raja lagi.(iza)

Update