
batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan sebanyak 2,9 kg sabu dan 2331 butir ekstasi dari tangan 6 orang tersangka selama Oktober dan November. Seluruh barang bukti itu hasil dari pengungkapan empat kasus dilakukan polisi dan Avsec Hang Nadim.
“Pengungkapan dilakukan hasil sinergi dan koordinasi semua pihak,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Yani Sudarto, Selasa (6/11).
Ia mengatakan kasus pertama tersebut bermula ditangkapnya Hz, selaku kurir sabu, 26 Oktober lalu. Dari tangan Hz diamankan sebanyak 1,7 kg sabu dan 2331 butir ekstasi. Dari pengakuan Hz, selama pengiriman barang haram ini dia dikoordinir oleh R, warga Batam.
“Kami lakukan pendalaman, akhirnya sehari kemudian kami bekuk R,” tuturnya.
R, kata Yani merupakan pemain lama yang telah malang melintang dalam pengiriman sabu. Dari R, diketahui pemilik sabu tersebut WN Malaysia.
“Mr x selaku pemilik ini, sedang di kejar dengan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia,” ucapnya.
Selain mengungkap jaringan sabu internasional. Yani menuturkan jajaranya juga berhasil membekuk pengedar sabu di kawasan Kampung Aceh,Mukakuning.
“Di sana itu amankan dua pengedar, beda jaringan. Pengedar pertama dengan inisial A dengan barang bukto 84 gram sabu,” ucapnya.
Lalu, bandar kedua, Mk ditangkap dua hari kemudian di lokasi yang sama. Dari tangan Mk diamankan sebanyak 400gram sabu. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan untuk pembeli yang mendatangi kawasan tersebut.
“Kasus kedua bandar yang kami amankan dikawasan Kampung Aceh ini sedang kami dalami,” ucapnya.
Yani mengatakan sebanyak 709 gram sabu didapat hasil dari pelimpahan dari Satuan Pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim (AVSEC), 4 November lalu. Sabu itu diamankan dari dua orang kurir sabu yang berencana membawa sabu menuju Jakarta dan Jambi.
“Walaupun ditangkap saat bersamaan, tapi keduanya beda jaringan,” ungkap Yani.
Namun, keduanya memiliki modus yang sama dalam menyelundupkan sabu yakni memasukan ke dalam sepatu.
“Untungnya petugas Avsec sigap dan berhasil mengamankan mereka. Kasus ini juga dalam pengembangan kami,” tuturnya. (ska)
