Iklan

batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Unit Tindak Pidana Korupsi Polda Kepri sedang mendalami dokumen kapal yang ada di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sambu serta PT Garuda Mahakam Pratama. Selain memeriksa dokumen, penyidik juga telah meminta keterangan dari lima orang saksi.

”Saksi itu dari pihak KSOP (Sambu) serta PT Garuda Mahakam Pratama,” kata Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ponco Indrio, Rabu (7/11).

Pemeriksaan terhadap kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sambu, Totok Suranto dan pihak PT Garuda Mahakam Pratama, Elimansyah Hia yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) hingga kini masih terus berlanjut. Keduanya kini dititipkan di rutan Mapolda Kepri.

Pemeriksaan dilakukan penyidik untuk mencocokkan keterangan kedua tersangka dengan bukti-bukti yang ada. ”Kami melakukan pemeriksaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ponco menambahkan dari pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik dalam beberapa hari ini, masih belum ada temuan baru. ”Fokus kami itu, ke dugaan pungli,” sebutnya.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto menyayangkan kembali terjadi OTT, dimana kali ini terkait suap di Pelabuhan Batam. Ia berharap pelaku OTT dapat dihukum sesuai hukum yang berlaku, karena perbuataanya tak dapat ditolerir.

”Ini sangat disayangkan. Di saat banyak berita penangkapan suap, ternyata masih ada yang berani seperti itu. Pelaku tak dapat ditolerir,” tegas Isdianto kepada wartawan di Hotel Golden View, Bengkong, kemarin. (she/ska)

Advertisement
loading...