Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam menggelar rapat guna membahas sektor unggulan yang akan diajukan pada Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam 2019 mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan sebelum pembahasan UMSK, DPK harus menyepakati terlebih dahulu sektor apa saja yang menjadi unggulan di Batam.

Ia menyebutkan selama ini, sektor galangan merupakan unggulan dan masul kategori pertama disusul industri hingga pariwisata. “Ya, tahun lalu itu yang unggulan, kalau untuk tahun depan belum tahu. Menunggu rapat besok (hari ini, red),” kata dia, Rabu (7/11).

Pria yang pernah mengepalai Dinas Perindutrian dan Perdagangan Batam ini mengungkapkan saat pertemuan pertam diagendakan penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batam.

“Nanti akan ada pemaparan. Karena mereka punya data yang lengkap. Setelah itu baru kita bisa tahu apa saja sektor unggulan di Batam saat ini,” ujarnya.

Ia tidak memungkiri ada beberapa masukan dari anggota DPK Batam lainnya untuk menetapkan sektor yang sama dengan tahun 2018 seperti industri galangan dan lainnya. Namun tetap harus menunggu hasil rapat bersama sebelum ditetapkan.

“Kami bahas sektor dulu. Belum masuk ke angka,” sebut pria lulusan UNAND ini.

Hasil pemaparan dari BPS akan menentukan apa saja sektor unggulan yang akan ditetapkan di tahun 2019 mendatang.

“Yah liat hasil besok. Semoga ada kesepatakan sehingga bisa dilanjutkan ke pembahasan angka,” imbuhnya.

Untuk angka UMSK dibahas secara bipartet antara pengusaha dan pekerja. Hasil tersebut akan diteruskan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk ditetapkan.

“Kami hanya fasilitator saja. Soal besaran angka terserah mereka,” tutupnya.(yui)

Advertisement
loading...