Iklan
Sejumlah kendaraan keluar masuk dipintu gerbang parkir Bandara Hang Nadim Batam, F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pihak Bandara Internasional Hang Nadim hanya berbagai pendapatan parkir dengan pihak Pemko Batam. Sementara pendapatan lainnya, masuk ke dalam kas negara. Salah satu contohnya yakni Passenger Service Charge (PSC).

“PSC itu kan include dengan tiket, pendapatan dari PSC masuk ke kas negara. Karena termasuk PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak),” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (8/11).

Sedangkan untuk parkir, Pemko Batam tidak menerima 100 persen. Karena ada rumusan pembanggian. Suwarso menuturkan Hang Nadim mendapatkan 39 persen dari pendapatan parkir selama sebulan. Lalu pengelola PT Adhil Parkir berhak atas pendapatan dari parkir sebanyak 61 persen.

Pemko Batam dapat dari mana?

“Dapatnya pembagian yang diterima PT Adhil. Pemko itu dapat 25 persen dari bagian yang diterima pengelola parkir (PT Adhil Parking),” tuturnya.

Saat ditanya berapa pendapatan sebulan parkir Bandara, Suwarso menuturkan sedang tidak memegang data. Namun, secara umum parkir Bandara Internasional Hang Nadim pendapatannya dikisaran puluhan juta rupiah perbulannya.

“Saat ini tidak banyak lagi, segitulah kira-kira. Kalau pastinya, saya harus tanyakan ke pihak marketing dulu,” ungkapnya.

Turunnnya pendapatan parkir bandara Hang Nadim, tak dipungkiri akibat pemberlakuan aturan Drop Off.

Dari pantauan Batam Pos di Bandara Internasional Hang Nadim, pengunjung memilih tidak berlama-lama di kawasan bandara. Hal ini diakui oleh Dicky, warga Batubesar.

“Kalau ke bandara saya selalu usahakan tak lebih dari 15 menit. Karena kan cuman ngantar saja,” pungkasnya. (ska)

Advertisement
loading...