Iklan
Sejumlah Peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat hasil ujian usai mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Peserta tes CAT mengeluhkan pelaksanaan rekruitmen CPNS tahun 2018. Seorang di antaranya, Hendra mengatakan passing grade terlalu tinggi tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Untuk diketahui bagi peserta umum, nilai ambang batas jika dirinci yakni Tes Intelegensi Umum (TIU) yakni 80, Tes Wawasan Kebangsaan 75 serta Tes Karateristik Pribadi (TKP). Totalnya 298. Adapun waktu yang diberikan yakni 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal pada tiga jenis tes tersebut, salah satu tes tak penuhi ambang batas dipastikan tidak lulus.

“Apalagi TIU, perlu waktu cukup isinya. Waktu itu tak cukup buat kami,” kata guru honorer yang ikut tes di sesi kedua, kemarin ini.

Maka tak heran, menurutnya, sangat banyak yang tidak lulus, pada sesinya saja hanya dua orang yang lulus. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali pelaksanaan tes tersebut. “Mana tahu bisa diulangi lagi,” harapnya.

Selain harapan tersebut, ia mengaku juga berharapa kejelasan rekruitmen P3K yang dijanjikan oleh pemerintah.

“Yang pegawai kontrak itu (P3K) itu kan belum jelas juga, kami masih tunggu informasinya juga,” kata dia.

Minimnya yang lulus bukan taidak mungkin kuota CPNS Batam kelak akan kosong. Terkait ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan akan melaporkan dan meminta arahan ke Kemenpan RB. Ia mengaku paham tes CPNS merupakan wewenang pemerintah pusat, namun ia mengungkapkan ingin mengajukan penurunan passing grade. “Mungkin saja, misal hari ini passing grade 290, jadikan 200,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin juga mengatakan pemerintah daerah meminta kebijakan panselnas karena jumlah peserta yang lolos passing grade (ambang batas nilai) masih sedikit.

“Kalau lihat realisasi per hari mungkin tidak tercapai kuota. Maka kita minta ada kebijakan. Apakah itu nanti di-ranking atau bagaimana, tergantung kebijakan panselnas,” kata Jefridin.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam, M Syahir mengatakan hingga hari ke-13 pelaksanaan SKD baru 114 peserta lolos passing grade. Padahal jumlah peserta tes sudah mencapai 3.100 orang dari total 5.399 peserta yang lolos seleksi administrasi. Sedangkan kuota CPNS Pemko Batam tahun ini berjumlah 363 formasi.

Sementara itu Kepala Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pekanbaru Andrayanti mengungkapkan belum ada pembicaraan terkait rekruitmen P3K. Menurut dia soal teknis rekruitmen pegawai ini belum diketahui, apakah akan tes seperti CPNS atau tidak.

“Belum tahu (tes atau tidak). Belum ada pembicaraan,” ungkap dia.

Ia menilai keputusan ada ditangan presiden dan Kemenpan RB dan belum turun di BKN ataupun ke daerah. “Masalah P3K belum. Kami belum bisa sampaikan, masih ada di presiden dan Menpan RB,” imbuhnya. (iza)

Advertisement
loading...