batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja kemarin (12/11) memutuskan menutup sementara wahana bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang berlokasi di Alun-Alun Utara Jogjakarta. Itu dilakukan setelah terjadi insiden yang menimpa pengguna sehari sebelumnya (11/11).
’’Untuk saat ini, kabin dalam wahana sudah dicopot dan sedang kami selidiki penyebabnya,’’ ujar Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Evi Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Jogja (grup batampos.co.id).
Insiden itu terjadi Minggu malam saat salah satu wahana bianglala yang berada di sisi tenggara Alun-Alun Utara Jogja rusak. Penumpangnya sampai terbalik.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ketika masih berada di atas, ada beberapa gerbong bianglala yang terbalik. Bahkan, di salah satu gerbong terdapat balita. Beruntung, beberapa orang sigap memberikan pertolongan dengan menaiki rangka besi sehingga tak sampai jatuh korban.
Dikonfirmasi, pengelola Berkah Ria Mamad mengklaim insiden tersebut terjadi karena tidak seimbangnya beban pada bianglala. Dia juga mengatakan bahwa bianglala itu merupakan desain baru dan baru empat hari beroperasi.
Di sisi lain, Wakapolresta Jogjakarta AKBP Ardian Mustakim menyatakan akan melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Semua pengelola dan pemilik wahana yang ada di PMPS akan dimintai keterangan. Investigasi juga akan dilakukan kepolisian dengan mengajak pemkot untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan tidak hanya dilakukan pada bianglala, tetapi juga seluruh wahana yang dinilai memiliki potensi bahaya. (cr5/c17/ttg/jpg)
