Senin, 6 April 2026

Harga Sayur Masih Mahal

Berita Terkait

batampos.co.id – Harga sayur mayur di sejumlah pasar masih terpantau tinggi, Selasa (13/11). Di Pasar Fanindo, Batuaji misalkan, harga syaur lokal seperti bayam, kangkung, dan sawi masih mahal. Harga sayur lokal itu dijual mulai Rp 12 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya masih di kisaran Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu per kg.

Murni, penjual sayur di Pasar Fanindo mengatakan kenaikan harga sayur akibat musim hujan. Belakangan ini hujan semakin sering turun, sehingga membuat petani dari Barelang banyak yang gagal panen dan mengakibatkan harga sayur melonjak. ”Banyak sayur yang busuk,” ujarnya.

Tak hanya itu, harga komoditas lain juga masih tinggi, seperti tomat dijual Rp 16 ribu dari harga biasanya Rp 14 ribu per kg, timun naik jadi Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu per kg, kol Rp 14 ribu dari Rp 6 ribu per kg, pare Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu per kg. ”Modal yang diambil dari distributor sudah mahal, jadi kami jual tinggi, kalau tak kami yang rugi,” jelasnya.

Dia mengatakan musim hujan dan intensitasnya yang cukup sering berpengaruh terhadap harga barang. Apalagi untuk jenis sayuran yang cepat busuk.
Senada diungkapkan pedagang lainnya, Asmawati. Dia mengaku harga sejumlah komoditas di pasar memang sedang tinggi. Terlebih untuk harga sayur, meski kenaikannya tidak terlalu signifikan, namun kondisi itu dikeluhkan pembeli. ”Pembeli pasti merepet. Harga kok naik lagi,” kata Asma.

Kondisi sama juga terjadi di Pasar SP Plaza dan Aviari, Batuaji. Pedagang sayur setempat mengaku harga sayur memang naik. Namun, daya beli masya-rakat tetap tinggi. ”Sudah biasa kalau lagi hujan, kami pedagang bisa apa,” kata Sudirman.

Sementara untuk harga daging ayam juga masih terpantau tinggi. Satu kg harga ayam dijual antara Rp 39 ribu sampai Rp 40 ribu. Demikian juga harga telur per papannya dijual Rp 40 ribu dari harga normal Rp 38 ribu. ”Belum turun. Harganya masih tinggi,” kata Aan, penjual daging di Pasar Fanindo. (une/she)

Update