
batampos.co.id – Kondisi perekonomian dunia yang belum stabil menjadi salah satu topik yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah kepada daerah, Selasa (13/11). Jokowi mengingatkan kepada bupati sejumlah kabupaten untuk mencermati perkembangan sulit itu dan tidak menguntungkan Indonesia.
“Kita tahu ada masalah-masalah ekonomi di Turki, Argentina, Brazil, Venezuela yang krisis sampai inflasinya ratusan persen. Kemudian perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang sampai saat ini pun juga belum ada tanda-tanda mereda,” ungkap Jokowi saat bertemu dengan sejumlah bupati di Istana Negara.
Jokowi mengingatkan kondisi seperti itu harus diwaspadai oleh para para kepala daerah. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta kepala daerah agar berhati-hati. Karena, gejolak ekonomi di sebuah negara, utamanya isu terutama Amerika-Tiongkok bisa berdampak ke negara lain. Meski demikian, Jokowi mengungkapkan kepada para bupati bahwa kinerja ekonomi Indonesia dalam situasi sulit itu, masih menunjukkan tren positif.
“Alhamdulillah patut kita syukuri bahwa kinerja ekonomi kita dalam situasi yang sangat-sangat sulit seperti ini saya kira informasi terakhir dari BPS kita tahu pertumbuhan ekonomi kita stabil dan menaik di triwulan ketiga, yaitu pada angka 5.17 persen,” katanya.
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang diwakili 31 bupati bertemu dengan Presiden Jokowi untuk membahas sejumlah isu-isu terakhir, khususnya dalam pengembangan wilayah.
Ketua Umum Apkasi Mardani H. Maming mengatakan bahwa inisiatif mempertemukan bupati dengan Presiden dalam sebuah moment khusus merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para kepala daerah. “Presiden ketemu dengan bupati memang sudah sering terjadi, terutama di acara-acara formal kepemerintahan. Namun bertemu tatap muka, bahkan bisa langsung ngobrol dengan Presiden tentu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para bupati,” imbuh Mardani.
Menurutnya, pertemuan dengan Presiden dimanfaatkan dengan baik oleh para bupati dalam menyampaikan prioritas masalah yang dihadapi di daerah. “Dengan bisa berbicara langsung dengan bapak presiden, diharapkan masalah-masalah yang dihadapi para bupati di daerah bisa segera dicarikan solusi dan langsung ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait,” katanya. (ask/jpg)
