batampos.co.id – Gempa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terus berlanjut. Kamis (15/11) ini, setidaknya sudah terjadi 19 kali gempa bumi. Demikian berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 07.20 WITA. Menyusul gempa-gempa berikutnya hingga pukul 10.55 WITA. Kekuatan gempa bervarisi. Mulai dari 2,5 Skala Richter (SR) untuk kekuatan sedan, hingga paling besar 5-5,5 SR.

“Sementara kami ada Posko BMKG di Koramil 05 Mamasa 1402 Polman. Gempa yang tercatat dan dirasakan itu khusus hari ini,” kata Ketua Tim Posko Pemantau Gempa BMKG IV Makassar Kaharuddin dalam laporan resminya, Kamis (15/11) siang.

Tim terus bekerja maksimal untuk melakukan pemantauan setiap aktivitas gempa-gempa susulan. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang. “Imbauan untuk tetap tenang. BMKG beserta tim terpadu posko Pemda Mamasa di lapangan sementara bekerja untuk menenangkan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyampaikan bahwa tren frekuensi aktifitas gempa di wilayah Mamasa terus mengalami peningkatan setiap harinya. Meningkatnya aktivitas gempa dipengaruhi dua faktor.

Pertama, struktur Sesar Saddang yang dikenal sebagai patahan aktif. Tetapi Sesar Saddang sudah lama tidak memicu aktivitas gempa yang signifikan. “Sehingga wajar jika saat ini Sesar Saddang dalam fase akumulasi stres maksimum dan saatnya melepaskan energi yang dimanifestasikan sebagai aktivitas gempa yang beruntun kejadiannya,” ulas Rahmat.

Kedua, terpicu aktivitas gempa berkekuatan 7,4 SR yang sebelumnya melanda Palu, Sigi hingga Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Sangat mungkin transfer stress statis yang positif dan besar mereaktivasi struktur Sesar Saddang yang letaknya di Selatan Sesar Palu Koro. Hasil analisis Static Coulomb Stress Changes, gempa Sulteng dapat menjelaskan fenomena kemungkinan terjadinya picuan ini,” terangnya. (rul/JPC)