batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengamankan seorang pria berinisial As yang diduga penjual istri dan adik iparnya ke pria lain demi mendapatkan uang. As diamankan Unit Opsnal Satreskrim Polresta Barelang di Batuaji, Kamis (15/11) lalu.
Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan membenarkan pihaknya telah mengamankan As. As dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang untuk diminta keterangannya terkait dengan dugaan trafficking ini.
”Benar sudah diamankan oleh Unit Opsnal kita kemarin (Kamis, 15/11, red) dan kita mintai keterangannya. Untuk keterangannya masih kita dalami sampai saat ini untuk menjelaskan bagaimana kasus ini sebenarnya,” kata Andri.
Namun, saat dikonfirmasi lebih jauh, Andri belum mau membeberkannya lebih leng-kap karena masih dalam pemeriksaan. Setelah selesai pemeriksaan, pihaknya akan menggelar perkara untuk menentukan kasus ini. Jika terbukti, As akan langsung ditetapkan sebagai tersangka.
”Gelar perkara mungkin akan memakan proses panjang. Nanti akan kita sampaikan kembali bagaimana hasil gelar perkara itu, dan bagaimana kasus ini sebenarnya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terkuak setelah F dan B (istri dan adik ipar As) mendatangi Mapolsek Batuaji untuk melaporkan perbuatan As. Namun, Polsek Batuaji mengarahkan agar membuat laporan ke Mapolres Barelang. Dari laporan tersebut, Unit Opsnal Satreskrim Polresta Barelang mengejar dan mengamankan As.
As Juga Diduga Cabuli Anak Kandung
Tidak hanya diduga menjual istri dan adik iparnya ke pria lain, tapi keluarga juga menduga As telah mencabuli anak kandungnya sendiri, S.
”Kami masih tunggu kedatangan anaknya (dari Pulau Jawa). Karena katanya anaknya juga ’digitukan’ sama dia (As, red) dan kawan-kawannya sejak kecil,” ujar Sm, keluarga N dan B kepada wartawan di Batuaji, Jumat (16/11).
Informasi lain yang disampaikan pihak keluarga, perilaku tak normal As ini diduga kuat adanya ritual aneh yang dijalaninya bersama rekan-rekannya. Kepada rekan-rekannya itu juga yang disebut keluarga korban N, B, dan S dijual.
”Jadi ada semacam ritual aneh mereka. Kata B, dia seperti dinikahkan secara siri ke seorang kawannya terus dibiarkan digilir ke kawan-kawan yang lain. Ini yang mau kami cari tahu juga karena memang bejat sekali dia,” kata Sm.
Dugaan adanya ritual aneh inilah yang membuat B, N, maupun S sepertinya pasrah saja saat dijajakan ke pria lain. ”Itu mungkin guna-gunanya, makanya jadi linglung orang-orang (korban) dibuatnya,” ujar Sm lagi.(gie/eja)
