Pixabay.com

batampos.co.id – Hingga akhir 2018, industri kosmetik diprediksi tumbuh positif. Gaya hidup masyarakat yang menjadikan make-up sebagai kebutuhan primer merupakan salah faktor yang memengaruhi penjualan.

Direktur PT Vitapharm Susanto Nugroho menyatakan, kinerja Viva tahun ini cukup bagus. Yakni, mampu mencapai pertumbuhan double-digit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu didorong inovasi produk yang dilakukan perusahaan secara rutin. ’’Setiap tahun kami pasti mengeluarkan inovasi baru,’’ ujarnya di sela-sela raker agen Viva di Surabaya kemarin (16/11).

Berbagai inovasi Viva Cosmetic disesuaikan dengan kondisi market. Selain itu, perubahan selalu mengutamakan kualitas, keterjangkauan harga, dan kecocokan dengan kulit perempuan Indonesia. Saat ini kontribusi terbesar penjualan Viva diperoleh dari kategori skincare, yakni 30 persen.

Direktur PT Moga Djaja (distributor Viva wilayah Indonesia Timur) Yusuf Wiharto menjelaskan, pasar kosmetik yang cukup potensial di tanah air saat ini adalah wilayah Papua, Sorong, dan Timika. ’’Pertumbuhan penggunaan kosmetik di wilayah tersebut di atas rata-rata,’’ katanya. (car/c5/fal/jpg)

Yuk Baca