batampos.co.id – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium semakin langka sejak dua minggu terakhir. Hampir semua SPBU di Batuaji dan Sagulung kehabisan solar. Stok solar habis sejak sore hari sebelumnya, Jumat (16/11). Akibatnya atrean panjang pun terjadi di SPBU di batuaji samping perumahan Airmas.
Petugas SPBU TanjunguUncang menuturkan situasi sepekan terakhir terutama setiap hari stok solar selalu habis. Hal ini terjadi karena stok solar yang dikirim Pertamina tidak sebanding dengan permintaan masyarakat khususnya yang memakai surat rekomendasi dari dinas terkait Pemko Batam. Seperti Dinas Perikanan untuk para operasional nelayan.
“Habis karena stok dengan permintaan surat rekomendasi tidaklah sebanding,” ujar Petugas SPBU.
Untuk jatah pengambilan semua tergantung pada permintaan tentunya diberi jatah waktu selama 15 hari. Apabila melebihi jangka waktu tersebut otomatis surat rekomendasi akan hangus.
“Permintaan ada yang 200 Liter sampai 500 liter, karena kapasitas nelayan itu selalu besar,” Petugas SPBU.
Khusus untuk SPBU Tanjunguncang, jumlah pemilik surat rekomendasi pembelian menggunakan wadah tersebut mencapai 90 an orang. Jatah solar atau premium yang harus dilayani pihak SPBU bervariatif mulai dari 430 liter hingga 2,5 ton untuk setiap pemegang surat rekomendasi. Jangka waktu pembelian jumlah kuata solar tersebut sesuai dengan masa aktif surat rekomendasi yang dipegang yakni mulai 15 hari hingga sebulan.
“Kalau dibawa 430 liter bisa seminggu saja sudah terpenuhi. Tapi kalau yang sampai 2,5 ton itu bisa sebulan. Setelah terpenuhi kuota jatah tersebut, pemegang surat rekomendasi harus urus perpanjang lagi agar bisa digunakan lagi. Kalau tidak diperpanjang tentu kami tak layani,” ujar Petugas SPBU.
Praktek pembelian seperti itu diakui menjadi salah satu pemicu cepat habisnya premium ataupun solar di SPBU karena dalam sekali pembelian menyedot banyak solar ataupun premium. (she/cr1/eja)
