
batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperkirakan sepanjang November hingga Desember, curah dan intensitas hujan di Batam cukup tinggi. Kejadian ini merupakan fenomena rutin tiap tahunnya. “Dalam setahun itu ada dua periode curah hujan tertinggi di Batam, Mei (dan Juni) serta November hingga Desember,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Sabtu (17/11).
Ia mengatakan fenomena ini sudah lama terjadi di Batam khususnya dan Kepri umumnya. “Kepri itu tidak ada musim kemarau atau hujan. Hujan bisa terjadi sepanjang tahun, namun ada bulan-bulan curah hujannya lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya,” ungkapnya.
Namun, kata Suratman curah hujan yang cukup tinggi ini tidak menyebabkan gelombang tinggi. Ia mengatakan untuk wilayah Batam, Bintan, Karimun dan Lingga gelombang masih dalam batas normal. Gelombang cukup tinggi terjadi di Natuna dan Anambas.
“Kalau musim utara, baru terjadi gelombang tinggi. Musim utara itu terjadi di Januari dan Februari,” ujarnya.
Tiga hari ke depan, menurut perkiraan Stamet Hang Nadim hujan dengan intensitas lebat akan mengguyur Kota Batam. Hal ini disebabkan adanya belokan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Sehingga menyebabkan penumpukan massa udara yang cukup mendukung untuk awan-awan konvektif.
“Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini masih cukup kondusif untuk aktivitas transportasi darat, laut maupun udara,” ungkapnya. (ska)
