Kamis, 2 April 2026

Belajar Buat Kue Tradisional dan Membatik Mahasiswa Malaysia Pilih Batam

Berita Terkait

Kampung Terih, di sini mahassiwa UTM akan belajar membatik.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id –  Sebanyak 65 mahasiswa-mahasiswi Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggelar kegiatan kemahasiswaan di Batam. Kegiatan ini oleh pihak UTM disebut Program Pembelajaran Service. Di Batam mereka akan belajar membuat kue tradisional juga membatik.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan, pihak UTM telah bersurat pada 31 Oktober 2018 lalu. Kegiatan tersebut akan digelar pada tanggal 22 hingga 24 November 2018 mendatang.

“Kami arahkan mereka ke Kampung Terih Nongsa,” kata Ardiwinata, kemarin.

Selama di Batam para mahasiswa ini akan mendapatkan bantuan dari Pemko Batam, baik tempat maupun kelancaran kegiatan.

“Pemerintah siap membantu,” tambahnya.

Ia mengatakan, kedatangan milenial negara tetangga ini seiring dengan rencana pengembangan pariwisata Batam. Kedatangan mereka diharapkan dapat membawa serta kembali kesan yang baik selama di Batam, terutama soal pariwisata. Kampung Terih sendiri merupakan daerah pengembangan wisata berbasis masyarakat yang tahun ini mendapat penghargaan sebagai destinasi baru terpopuler versi API Travel Mart 2018.

“Selain berkegiatan camping, kami akan kenalkan mereka kekayaan budaya kita, bahkan mereka akan belajar membuat kue tradisional Batam hingga belajar membatik,” paparnya.

Tidak hanya kali ini Batam jadi pilihan mahasiswa negara tetangga, awal Oktober lalu sebanyak 10 orang mahasiswa Nangyang Technology University (NTU) Singapura juga datang mempelajari budaya Melayu, terutama bahasa Melayu. Saat itu mahasiswa yang berasal dari berbagai negara itu, juga dibawa oleh pihak Disbudpar ke Rumah Potong Limas di Nongsa.

Selain pelajar, Batam awal September lalu juga dipilih menjadi tempat gelaran Grand Final Miss Tourism Worldwide 2018. Acara ini diikuti 22 finalis dari berbagai negara di dunia. Tahun depan, Batam kembali dipilih sebagai tempat menggelar kegiatan yang sama.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, kedatangan berbagai komponen baik milenial maupun putri pariwisata ini dapat dijemput sebagai media promosi Batam kepada dunia.

“Ketika mereka kembali ke negaranya, mereka akan cerita tentang Batam. Kami akan support kegiatan ini,” imbuh Rudi.

Harapan Rudi punya kaitan erat dengan upaya pengembangan kepariwisataan Batam. Untuk diketahui, hingga kini kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui pintu Batam dari Januari hingga September 2018 mencapai 1.357.471 kunjungan, ini naik dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu sebanyak 1.124.948 kunjungan. (iza)

Update