batampos.co.id – Kreativitas anak bangsa dalam dunia modifikasi sepeda motor di Tanah Air membuka ruang bisnis baru yang menggiurkan. Potensi ini bisa dikembangkan lebih jauh jika didukung penuh oleh pemerintah. Apalagi dunia custom saat ini memang lagi nge-hits di semua kalangan.

Terkait dengan hal itu, pelaku dunia custom di Indonesia punya harapan besar, yakni karya mereka berupa motor custom mendapatkan legalitas dari pemerintah. Diantaranya dengan adanya sebuah surat kelengkapan kendaraan seperti STNK atau BPKB sendiri.

Hal ini menjadi sangat penting, karena selama ini motor modifikasi sepertinya tidak mendapatkan legalitasnya dalam memenuhi kelengkapan surat-surat kendaraan seperti motor konvesional lainnya.

“Paling penting untuk custom, sebenarnya orang Indonesia itu, sudah bisa buat mesin sendiri, bikin rangka sudah bisa. Kalau ngomong secara spek peralatan yang kita pakai atau bahan yang kita pakai jauh lebih tinggi dari pabrikan. Misalnya pipa kita cari yang stainless. Kita pakai argon untuk ngelas. Standarnya sudah tinggi, tapi gimana bisa urus surat-urat buat motor bikinan kita,” kata Rico Ernesto, salah satu Penggawa Bengkel Gearhead Monkey Garage saat berbincang dengan wartawan, di Pondok Indah Mall II. Jakarta, Jumat (16/11)

Menurutnya saat ini mereka hanya butuh pengakuan secara legal karena banyak builder motor di Indonesia mampu membuat motor dari nol hingga benar-benar menjadi motor yang aman dan nyaman bagi pengegunanya.

“Hitungannya ya kan kita juga bisa bangun mesin dari nol, rangkanya juga kita bisa bikin tapi nyuratinnya gimana, kan gak ada jalannya. Harapannya biar legal sehingga orang yang makainya pun merasa lebih nyaman,” tukas Rico.

Ia membandingkan antara dunia custom di Indonesia dan di negara maju seperti Jepang dan Amerika, di mana pemerintah mendukung kreativitas mereka sehingga banyak ekspor tumbuh pesat dari dunia custom. “Misalkan anak -anak Harley-Davidson Sponser di Jepang, kita beli tangki bensin dari mereka itu Rp 12 juta dan orang dari mana saja membelinya seperti kacang goreng,” ungkapnya.

Potensi ini, lanjut Rico sangat besar untuk perkembangan dunia custom di Indonesia yang sebenarnya juga dapat memproduksi perlengkapan atau komponen-komponen custom yang punya kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Kenapa saya bilang seperti itu, karena ternyata industri kecil kita sangat mendukung itu. Contohnya orang dari Jawa Tengah yang bisa ikut pemeran di Jepang karena mampu membuat mesin rotary untuk kendaraan. Ya , mungkin secara daya tahan kita belum tahu, tapi setidaknya dia mampu menmbuatnya jadi tinggal di back-up pemerintah,” ujarnya. (jpg)

Yuk Baca