Rabu, 8 April 2026

Lulusan SMK Banyak yang masih Menganggur

Berita Terkait

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepri masih cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebut, per Agustus 2018 lalu tercatat ada 69.023 orang di Kepri yang menganggur. Jumlah tersebut didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni sebanyak 12,98 persen atau sekitar 8.959 orang.

Sementara pengangguran dari lulusan SMA sebanyak 10,91 persen atau sekitar 7.530 persen. Sisanya merupakan lulusan SD, SMP, hingga para sarjana.

“Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA,” kata kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kepri Satriana Yasmuarto, Senin (19/11).

Meski masih tergolong tinggi, tingkat pengangguran di Kepri per Agustus 2018 sebenarnya turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Meskipun turunnya hanya tipis, yakni dari 7,16 persen menjadi 7,12 persen.

“TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk me-ngukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja,” kata Satriana.

Satriana menyebutkan, angkatan kerja pada Agustus 2018 juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan keadaan Agustus 2017. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 bertambah sebanyak 4.041 orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 bertambah sebanyak 4.088 orang dibanding keadaan setahun yang lalu (Agustus 2017). “Sementara jumlah pengangguran pada Agustus 2018 mengalami penurunan sebanyak 47 orang jika dibanding keadaan Agustus 2017,” katanya.

Sementara dari tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2018 tercatat sebesar 64,72 persen, menurun 1,69 poin dibanding setahun yang lalu. Penurunan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan pada kelompok bukan angkatan kerja.

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2018, TPAK laki-laki sebesar 82,68 persen sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 46,18 persen. Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki meningkat 0,47 poin dan perempuan menurun sebesar 3,78 poin.

Ilustrasi pelamar kerja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Selama setahun terakhir, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan di beberapa sektor yaitu sektor pengadaan listrik dan gas serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 3.980 orang atau 52,76 persen, sektor jasa lainnya sebanyak 14.557 orang atau 29,32 persen, dan sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 12.962 orang atau 28,74 persen.

Salah satu kawasan industri di Batam yakni Batamindo juga mencatatkan angka 4.450 orang tenaga kerja yang direk-rut hingga Oktober 2018. Perekrutan tertinggi terjadi pada Mei sebanyak 962 tenaga kerja dan Juli sebanyak 758 orang.

General Manager Affair Batamindo Tjaw Hoeing mengatakan untuk bulan Oktober ada 92 perekrutan.

“PT Dynacast rekrut 50 tenaga kerja wanita pada 1 Oktober 2018, empat tenaga kerja wanita pada 9 Oktober 2018 dan 28 tenaga kerja wanita pada 15 Oktober kemarin,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, rata-rata merekrut tenaga kerja untuk perempuan. Namun pada bulan April perusahaan terlihat lebih banyak merekrut karyawan laki-laki.

“Selain Dynacast, ada PT Patlite yang merekrut 10 orang karyawan wanita pada 3 Oktober lalu,” paparnya.

Sementara itu, setiap hari lokasi Multi Purphose Hall (MPH) Batamindo selalu dipadati pencari kerja (pencaker). Ada yang baru datang ke Batam hingga ada yang berbulan-bulan menganggur. Pantauan Batam Pos, ratusan pencari kerja atau pencaker yang hendak melamar pekerjaan, mereka terlihat lesehan menunggu lowongan pekerjaan.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepri masih cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebut, per Agustus 2018 lalu tercatat ada 69.023 orang di Kepri yang menganggur. Jumlah tersebut didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni sebanyak 12,98 persen atau sekitar 8.959 orang.

Sementara pengangguran dari lulusan SMA sebanyak 10,91 persen atau sekitar 7.530 persen. Sisanya merupakan lulusan SD, SMP, hingga para sarjana.

“Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA,” kata kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kepri Satriana Yasmuarto, Senin (19/11).

Meski masih tergolong tinggi, tingkat pengangguran di Kepri per Agustus 2018 sebenarnya turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Meskipun turunnya hanya tipis, yakni dari 7,16 persen menjadi 7,12 persen.

“TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk me-ngukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja,” kata Satriana.

Satriana menyebutkan, angkatan kerja pada Agustus 2018 juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan keadaan Agustus 2017. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 bertambah sebanyak 4.041 orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 bertambah sebanyak 4.088 orang dibanding keadaan setahun yang lalu (Agustus 2017). “Sementara jumlah pengangguran pada Agustus 2018 mengalami penurunan sebanyak 47 orang jika dibanding keadaan Agustus 2017,” katanya.

Sementara dari tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2018 tercatat sebesar 64,72 persen, menurun 1,69 poin dibanding setahun yang lalu. Penurunan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan pada kelompok bukan angkatan kerja.

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2018, TPAK laki-laki sebesar 82,68 persen sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 46,18 persen. Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki meningkat 0,47 poin dan perempuan menurun sebesar 3,78 poin.

Selama setahun terakhir, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan di beberapa sektor yaitu sektor pengadaan listrik dan gas serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 3.980 orang atau 52,76 persen, sektor jasa lainnya sebanyak 14.557 orang atau 29,32 persen, dan sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 12.962 orang atau 28,74 persen.

Salah satu kawasan industri di Batam yakni Batamindo juga mencatatkan angka 4.450 orang tenaga kerja yang direk-rut hingga Oktober 2018. Perekrutan tertinggi terjadi pada Mei sebanyak 962 tenaga kerja dan Juli sebanyak 758 orang.

General Manager Affair Batamindo Tjaw Hoeing mengatakan untuk bulan Oktober ada 92 perekrutan. “PT Dynacast rekrut 50 tenaga kerja wanita pada 1 Oktober 2018, empat tenaga kerja wanita pada 9 Oktober 2018 dan 28 tenaga kerja wanita pada 15 Oktober kemarin,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, rata-rata merekrut tenaga kerja untuk perempuan. Namun pada bulan April perusahaan terlihat lebih banyak merekrut karyawan laki-laki.

“Selain Dynacast, ada PT Patlite yang merekrut 10 orang karyawan wanita pada 3 Oktober lalu,” paparnya.

Sementara itu, setiap hari lokasi Multi Purphose Hall (MPH) Batamindo selalu dipadati pencari kerja (pencaker). Ada yang baru datang ke Batam hingga ada yang berbulan-bulan menganggur. Pantauan Batam Pos, ratusan pencari kerja atau pencaker yang hendak melamar pekerjaan, mereka terlihat lesehan menunggu lowongan pekerjaan. (leo)

Update