batampos.co.id – Cabang olahraga (cabor) yang dipertan-dingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV di Tanjungpinang pada 25 November hingga 1 Desember 2018 mendatang, memasuki persiapan tahap akhir. Salah satu yang tengah bersiap untuk menggelar pertandingan nanti adalah cabor taekwondo.
Bina Prestasi Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kepri, Kosasi Sumarli mengatakan beberapa tahapan tengah dipersiapkan untuk gelaran Porprov. Di antaranya yang saat ini tengah digeber adalah persiapan sarana dan keabsahan data atlet taekwondo yang akan berlaga nanti.
”Sebanyak lima kabupaten/kota akan mengikuti pertandingan cabor taekwondo. Yaitu Batam, Tanjungpinang, Karimun, Bintan dan Lingga,” tutur Kosasi, Selasa (20/11).
Sedianya cabor taekwondo akan menggelar 17 nomor atau kelas pertandingan.
”Ini jika kuota atlet yang ada memadai untuk 17 nomor yang akan dipertandingkan. Jika tidak memadai, maka cabor taekwondo hanya bisa menggelar 12 nomor saja. Dimana 12 nomor ini terbagi dua kategori, yakni poomsae (jurus) dan kyurogi (tarung),” urai Kosasi.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi jumlah kelas yang dipertandingkan dalam Porprov Kepri IV nanti. Menurutnya ketersediaan atlet di kabupaten/kota akan berpengaruh pada jumlah kelas yang dipertandingkan.
”Jumlah atlet yang dipersiapkan oleh kabupaten/kota untuk cabor taekwondo kan bervariasi. Sementara kabupaten/kota yang terbanyak atlet taekwon-donya adalah Batam,” terangnya.
Menurut Kosasi, target cabor taekwondo adalah untuk menyukseskan Porprov Kepri IV.
”Kami ingin memberikan yang terbaik meski terhadang oleh minimnya anggaran,” tutur Kosasi.
”Karenanya kami bermaksud untuk mendistribusikan atlet taekwondo Kota Batam yang tidak dipergunakan atau tidak termasuk dalam kontingen Kota Batam untuk dimanfaatkan kabupaten/kota yang lain,” sambungnya.
Hal ini dilakukan agar daerah lain bisa memanfaatkan atlet taekwondo Batam, dan meramaikan gelaran Porprov.
”Tapi semuanya tergantung pada KONI Kota Batam. Karena mutasi atlet ke daerah lain harus dapat rekomendasi dari KONI Batam. Jika tidak, maka cabor taekwondo terancam tidak dipertandingkan karena tidak diikuti sedikitnya empat kabupaten Kota,” jelasnya.
Kosasi menerangkan saat ini baru tiga kabupaten/kota yang sudah menyatakan diri untuk mengikuti pertandingan cabor taekwondo.
”Baru Batam, Tanjungpinang, dan Karimun yang siap. Sementara dua kabupaten/kota lainnya, Lingga dan Bintan masih menunggu keabsahan atlet,” terangnya.
Untuk itu, dia memohon kerja sama KONI kabupaten/kota dan Pengcab TI agar mau bekerja sama dan memberikan rekomendasi bagi atlet-atletnya.
”Jika tidak, ini akan merusak pembinaan prestasi atlet taekwondo,” tegas Kosasi.
”Tolong lebih peduli pada keabsahan atlet. Kecuali mutasi atlet tak jadi permasalahan saat bertanding nanti,” paparnya lagi.
Kosasi juga mengatakan Pengprov TI memahami jika KONI kabupaten/kota mempunyai target tersendiri mengenai raihan medali dalam Porprov nanti.
”Pengrov pasti paham mengenai keunggulan dan kelebihan yang dimiliki kabupaten/kota. Tapi kami juga ingin melihat bagaimana perkembangan taekwondo di masing-masing daerah,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Batam Iskandar Alamsyah mengatakan hingga saat ini KONI Batam masih fokus dengan persiapan kontingen Batam yang akan berangkat ke ajang Porprov.
”Waktu kan sudah semakin dekat, sementara masih banyak yang harus kami persiapkan,” bebernya.
”Karenanya, kami masih fokus untuk internal dulu. Untuk permasalahan mutasi atlet kami belum bisa menjawab karena memang keterbatasan waktu mempersiapkan kontingen. Mohon pengertian dari kawan-kawan KONI kabupaten/kota dan cabor,” sambung Iskandar.
Untuk diketahui, cabor taekwondo, pertandingannya akan digelar selama satu hari, yakni Rabu (28/11). Sementara technical meeting (TM) akan dilaksanakan sehari sebelumnya.
”Atlet yang mengikuti ajang ini hanya diperuntukkan bagi taekwondoin yang berada dalam rentang usia 14-17 tahun,” jelasnya.
Selain itu, sambung Kosasi, juga akan dipergunakan peraturan baru dalam ajang Porprov. Yakni akan dilakukan dua kali timbang badan dalam cabor taekwondo. Sekali sehari sebelum bertanding dan sekali sebelum bertanding, tetapi secara random. Sedang pertandingan sendiri, lanjutnya, akan dilaksanakan di Aula SMP Negeri 4, Tanjungpinang.(yan)
