batampos.co.id – Maraknya proyek pembangunan hunian di Batam, baik vertikal maupun rumah tapak, menunjukkan kota ini masih menjadi primadona bagi investor di sektor properti. Kalangan developer meminta pemerintah terus memberikan insentif agar potensi bisnis di sektor ini bisa dikelola dengan optimal.

“Ini tentu merupakan gambaran baik bagi Batam, karena banyak investor percaya mena-namkan investasinya dalam bentuk properti di Batam,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Achyar Arfan, Selasa (20/11).



Ia menyebutkan, saat ini ada beberapa proyek properti prestisius yang sedang dikembangkan di Batam. Antara lain Pollux Habibie, Oxley Convention City, CitraPlaza Nagoya, Formosa Residence Nagoya, Orchard View, Puri Khayangan, Blitz Park, One Residence dan terakhir ada The Nove Residence yang dikembangkan oleh developer Nuvasa Bay.

Kemudian ada proyek Batam Damai Eco-City yang akan dibangun di Tanjungpiayu, Seibeduk, Batam. Kawasan terpadu ini rencananya akan dikembangkan oleh perusahaan BUMN milik Tiongkok.

Properti Batam

Belum lagi proyek rumah tapak (landed house) yang tersebar di sejumlah titik di Batam. Tak hanya rumah kelas menengah ke bawah, beberapa di antaranya merupakan hunian kelas atas.

“Maraknya pembangunan seperti ini lagi-lagi harus didukung oleh pemerintah,” ungkapnya.
Dukungan pemerintah itu, kata Achyar, antara lain berupa insentif bagi para developer. Ia menyebut, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka pembelian rumah. Kata dia, kebijakan ini dinilai cukup mendukung bisnis properti.

Selain itu, khusus untuk Batam, Achyar mendorong agar pemerintah juga melonggarkan aturan kepemilikan properti oleh warga asing. Sehingga pasar properti di Batam akan terus tumbuh karena tidak hanya menyasar warga Kepri atau warga negara (WN) Indonesia.

Achyar menambahkan, selain melalui kebijakan dan kemudahan, pemerintah juga bisa ikut mendorong bisnis properti melalui percepatan pengembangan sektor industri dan pariwisata.

“Cara terbaik mendukung pembangunan properti adalah mengembangkan sektor industri dan sektor pariwisata,” katanya.

Jika sektor industri dan pariwisata berkembang, Achyar yakin penjualan properti di Batam juga akan ikut terkerek naik.

“Kalau keduanya dikembangkan dengan baik, maka pembelian properti akan meningkat,” ungkapnya.

Salah satu alasan mengapa ada banyak pembangunan properti seperti apartemen dan kondominium di Batam adalah faktor optimisme.

“Investor masih yakin Batam akan dapat berkembang sehingga tidak ragu menanamkan modalnya. Apalagi posisinya yang berbatasan dengan Singapura, itu menjadi nilai plus,” jelasnya.

Makanya, pariwisata dan industri harus didorong karena pasar properti di Batam memang menyasar pada pelaku di sektor-sektor tersebut.

Menurut Achyar, sejauh ini para developer di Batam juga masih optimistis pasar properti di Batam akan terus tumbuh. Sebab dengan lokasinya yang sangat strategis karena berbatasan dengan Singapura, properti di Batam akan memikat pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan pembeli asing.

Sedangkan GM Marketing Orchard Park Batam, Tedi Guswana, sebelumnya pernah mengatakan, potensi bisnis properti di Batam masih sangat menjanjikan.

“Sebagian besar konsumen kami adalah warga Batam. Artinya Batam masih sangat potensial,” katanya.

Orchard Park sendiri mengembangkan kawasan hunian terpadu yang dikembangkan di atas lahan seluas 42 hektare itu di Batam Center. Kini, realisasi pengerjaan proyek prestisius itu sudah mencapai 98 persen.(leo)

Loading...