batampos.co.id – Baru sekitar lima bulan ditanam, pohon-pohon di kawasan yang bakal dijadikan sebagai hutan kota antara Simpang Kabil hingga Simpang Jam (jalan layang Laluan Madani) sudah banyak yang mati akibat tidak terurus.
Pantauan Batam Pos, area antara jalur lambat dan jalan utama dari Simpang Kabil ke jalan layang Laluan Madani maupun sebaliknya terlihat tidak terurus. Padahal, penanaman pohon di lokasi tersebut dulunya melibatkan 10 ribu orang. Mulai dari pemerintah, gerakan pramuka, PGRI, Karang Taruna, dan lainnya.
Memang pada titik-titik tertentu ada yang tumbuh, seperti ketapang kencana di median jalan dekat jalan la-yang. Pohon-pohon ini dulu ditanam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam yang juga turut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan saat itu, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, awal Mei lalu.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Eryudhi Apriadi memastikan pemeliharaan bakal hutan kota ini akan terus berjalan. Bahkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dulu pernah dibagi wilayah kerja untuk mengurus area dengan luasan tertentu, masih berlaku dan tugasnya wajib untuk dijalankan.
”Kami (Disperkimtan, red) telah sampaikan ke OPD-OPD agar melihat kembali dan mengganti jika ada pohon yang tidak tumbuh,” kata Eryudhi, Selasa (20/11).
Menurutnya, pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemilik lahan. Termasuk keadaan beberapa nursery yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut. Belum lama ini, Eryudhi sempat mengatakan setidaknya ada 50 nursery di lokasi ini.
”Masalahnya, yang ada di dalam (nursery). Harus ada tempat baru, tapi belum ada. Kami terus koordinasikan dengan BP Batam,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, mengembangkan lokasi tersebut juga membuka kesempatan swasta. Dalam hal ini, pihaknya terus berkordinasi dengan forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Batam yang diketuai Bos Panbil Group, Johanness Kennedy Aritonang.

Kawasan yang bakal dijadikan hutan kota di pinggir jalan dekat Simpang Kabil, banyak pohon yang mati karena tidak terurus, Selasa (20/11/2018).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Seperti yang dilakukan di Jalan Raja Haji Fisabillah anatar Simpang BNI ke Tuah Madani, ia mengatakan kini sudah mulai dibangun taman yang dikerjakan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), tepatnya depan Hotel Sidney.
”Kami siapkan desainnya, swasta yang bangun (fisik taman),” kata dia.
Untuk diketahui, ’hutan’ antara Simpang Kabil dengan Jalan Layang Laluan Madani, Wali Kota Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, punya harapan yang besar lokasi ini jadi area penyangga kota. Bahkan diharapkan kelak lokasi ini jadi tempat bersantai warga guna mendukung pariwisata Batam.
Rudi mengatakan, membangun area itu perlu gotong royong. Menurutnya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam dapat tugas dengan panjang dan luasan tertentu.
”Misal satu OPD dapat 100 meter. Dia nanti akan bersihkan, tanam dan kontrol pohon yang dia tanam. Enam bulan jadilah barang ini,” ucap Rudi, April lalu.(iza)
