batampos.co.id – Rencana Uber untuk menjalankan jasa pengiriman paket melalui drone akan menghadapi masalah dengan pemerintah federal di Amerika Serikat (AS). Dikutip dari Forbes, Rabu (21/11), Federal Aviation Administration (FAA) akan menjadi masalah terbesar rencana Uber tersebut. Lembaga federal lainnya akan memengaruhi operasi seperti Departemen Perhubungan, Komisi Komunikasi Federal, dan lintas regulator lainnya.

Selain masalah dari pemerintah pusat, Uber juga masih akan menjumpai kendala di beberapa daerah penyangga yang telah membuat undang-undang terkait. Secara singkat, Uber akan menemui masalah soal bagaimana drone miliknya terbang tanpa mengganggu keselamatan penerbangan pesawat komersial dan lalu lintas udara lainnya. Masalah lain juga terkait dengan faktor geografis dan orang-orang yang berada di bawah drone.

Untuk diketahui, The Wall Street Journal melaporkan baru-baru ini bahwa Uber memasang lowongan pekerjaan untuk posisi eksekutif di UberExpress, operasi pengiriman drone dalam unit pengiriman makanan UberEats. Terkait dengan pencarian eksekutif tersebut dikatakan untuk membantu percepatan agar layanan pengiriman makanan dengan drone komersial. Rencananya layanan ini akan beroperasi di beberapa lokasi pada 2021 mendatang.

Uber juga optimistis bahwa penerbangan drone aman, legal, efisien, dan terukur. CEO Uber Dara Khosrowshahi dalam sebuah laporan mengatakan, ide pengiriman makanan lewat drone berangkat dari keyakinannya akan burger terbang. “Ini keyakinanku bahwa kunci dari pemecahan masalah mobilitas urban ialah burger terbang di setiap kota,” katanya.

Lebih jauh, Khosrowshahi menganggap bahwa drone akan mempersingkat waktu pengiriman UberEats lima hingga 35 menit lebih cepat. “Kita membutuhkan burger terbang. Semua orang membutuhkannya, jadi kami sedang mengusahakannya,” terangnya.

Kendati sudah terdaftar di Departemen Transportasi Pilot AS di wilayah San Diego, serta mengutamakan border protection dan food delivery, pihak Uber mengakui bahwa layanan pengiriman paket atau makanan dengan drone memang bukan perkara mudah. Sebab aturan yang ada saat ini belum memberi tempat bagi pesawat nirawak untuk mengudara secara komersil seperti gagasan mereka. (ryn/JPC)

Yuk Baca