
batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus terjadi di wilayah Batuaji dan Sagulung. Hampir setiap hari SPBU kehabisan stok solar. Kelangkaan ini disinyalir karena berkurangnya pasokan dari Pertamina.
Pantaun di lapangan selama beberapa pekan terakhir ini keberadaan solar di SPBU umumnya hanya hitungan jam saja setelah diantar. Itu biasanya terjadi di pagi hari sebab pasokan solar umumnya diantar malam hari. Siang diatas pukul 10.00 WIB semua SPBU kehabisan stok solar sehingga terkesan tidak ada pasokan solar sepanjang hari. Sepanjang siang kemarin misalkan enam SPBU disana tidak membuka pompa pelayanan solar sebab stok solar habis.
Petugas SPBU mengakui memang pasokan solar cepat habis. Namun demikian mereka mengelak jika pasokan dari Pertamina berkurang. Cepat habisnya solar ini karena permintaan yang meningkat. Pembelian untuk kendaraan ataupun menggunakan wadah meningkat drastis sejak beberapa pekan belakangan.
“Bertahan paling lama empat jam. Kalau hanya satu SPBU yang ada stok solar maka dua jam saja sudah habis,” ujar petugas SPBU Tembesi, kemarin.
Meningkatnya permintaan ini diakui petugas SPBU di sana justru karena pendistribusian yang tidak merata. Dalam arti jika satu SPBU diantar maka SPBU lainnya tidak sehingga saat SPBU yang memiliki pasokan solar buka pompa pelayanan solar langsung diserbu kendaraan ataupun pembelian menggunakan wadah.
“Itu sih masalah sebenarnya. Coba kalau pasokan merata semua SPBU bisa terbagi (jumlah pembelian solar di SPBU). Tapi karena di tempat lain tak ada maka tertumupk semua pada satu SPBU,” ujar petugas itu lagi.
Berbeda dengan masyarakat pengguna solar. Kelangkaan ini justru disinyalir karena berkurangnya pasokan solar pertamina. Ini diperkuat dengan kebijakan pihak SPBU yang membatasi pembelian solar baik untuk kendraan ataupun yang menggunakan wadah.
“Biasanya tak dibatasi, tapi semenjak langka ini jadi dibatasi kami. Biasa beli bisa sampai 400 liter sekarang hanya dikasih 140 liter saja,” ujar Riko, warga pulau Buluh yang beli menggunakan wadah.
Kondisi ini jelas merugikan masyarakat. Aktifitas masyarakat jadi terhambat karena harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan pasokan solar. Bagi masyarakat pulau atau nelayan kondisi ini mempengaruhi ekonomi mereka sebab aktifitas melaut terganggu karena terbatasnya pasokan BBM ini. Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan dan menyudahi kelangkaan ini. (eja)
