
batampos.co.id – Puskesmas Tanjunguncang yang baru beroperasi awal tahun lalu akan dijadikan rumah sakit bertipe D. Saat ini puskesmas tersebut sedang dalam pembenahan untuk mendapatkan akreditasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmajardi mengatakan, ada dua puskesmas yang akan dijadikan rumah sakit tahun 2019 mendatang. “Satunya lagi (Puskesmas) Kampung Jabi. saat ini dalam pembenahan. Dalam dua tahun ini akan jadi rumah sakit tipe D,” ujar Didi di Puskesmas Seilekop, Jumat (22/11).
Khusus untuk Puskesmas Tanjunguncang, Dinkes Batam sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Anggaran ini untuk melengkapi fasilitas puskesmas yang nantinya setara dengan rumah sakit bertipe D. “Usulan anggaran ini sebenarnya sudah dari tahun lalu tapi karena devisit maka diusulkan lagi untuk tahun depan. Masih banyak yang perluh dibenahi,” kata Didi.
Puskesmas tersebut saat ini sudah beroperasi namun belum bisa menerima pasien rawat inap karena kekurangan tenaga dan peralatan medis. “Tahun depan kita rampungkan sekalian sama akreditasinya,” ujarnya.
Untuk puskesmas Kampung Jabi sebut Didi, persiapan sudah cukup matang sehingga hanya menunggu akreditasi. “Proyeksi utama (dijadikan rumah sakit) yang di kampung Jabi. Tapi karena melihat kebutuhan maka Tanjunguncang juga,” tuturnya.
Rencana peningkatan status Puskesmas jadi rumah sakit ini kata Didi, untuk menjawabi kebutuhan fasilitas medis yang merata di kota Batam. Batam dengan penduduk yang cukup padat perlu penambahan rumah sakit sehingga pelayanan kesehatan merata sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”Tipe D belum ada, selama ini masyarakat langsung ke RSUD Embung Fatimah (tipe B) atau rumah sakit tipe C lainnya. Padahal mungkin membutuhkan pelayanan di tipe D,” kata Didi. (eja)
