Jumat, 20 Februari 2026

Jalan Lintas Kelarik Masih Rusak

Berita Terkait

Sejumlah kendaraan terjebak di jalan yang rusak di Kelarik saat menuju Kecamatan Bunguran Utara, Natuna.
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS

batampos.co.id – Pembangunan jalan penghubung menuju Kecamatan Bunguran Utara di Natuna hingga saat ini belum tuntas. Masih ditemukan jalan yang yang rusak parah dan menyulitkan pe-ngendara, terutama setelah jalan diguyur hujan.

Amran, warga Desa Kelarik mengaku, kendaraan akan sulit melintas setelah jalan digenagi air. Tidak hanya licin, namun juga dipenuh lumpur. Karena jalan berlubang dan jembatan kayu yang mudah terbawa arus.

“Jalan rusak masih berkilo-kilo. Kalau hujannya lebat, kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Tunggu air sungai yang meluap surut. Kendaraan yang melintas pun tidak semua jenis yang bisa menuju Kelarik,” tuturnya, Kamis, (22/11).

Camat Bunguran Utara Izhar membenarkan kondisi jalan menuju kecamatan masih rusak parah karena pembangunan jalan belum tuntas. Diakuinya terdapat beberapa titik kerusakan, karena masih berupa jalan tanah timbunan.

“Tanah timbunan rusak digerus air hujan. Kondisi paling parahnya sepanjang dua kilometer,” jelasnya.

Dikatakan Izhar, bukan hanya tanah jalan yang rusak, sejumlah jembatan yang terbuat dari kayu juga dalam kondisi rusak. Dan sering hanyut dibawa arus sungai ketika hujan deras. Karena aliran sungai meluap.

Dampaknya, akses satu-satunya masyarakat menuju Kecamatan Bunguran Utara maupun pusat kabupaten sering lumpuh.

Izhar berharap, pembangunan jalan utama kecamatan segera dituntaskan. Masyarakat juga berharap, pemerintah dapat menuntaskan pembangunan jalan tersebut dan dinilai sangat strategis untuk pembangunan.

“Karena jalan ini merupakan tanggungan Provinsi Kepri, maka kita minta agar provinsi segera mengaspalnya, sehingga tidak ada lagi akses lumpuh di musim angin utara ke depannya,” harap Izhar. (arn)

Update