batampos.co.id – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Batuaji dan Sagulung, masih sering kosong. Bagi SPBU yang punya persedian, terpaksa membatasi pembelian solar maksimal 40 liter untuk kendaraan, termasuk jenis truk.
Sedangkan untuk nelayan maksimal 148 liter untuk satu pemegang surat rekomendasi dari dinas terkait.
Sepanjang hari kemarin (22/11), sebagian besar SPBU di Batuaji dan Sagulung tidak melayani pembelian solar karena pasokannya sudah habis. Akibatnya, di SPBU yang masih punya pasokan lang-sung diserbu hingga antrean panjang tak terhindarkan, bahkan hingga ke jalan raya.
Menurut sejumlah sopir maupun pemilik kendaraan yang menggunakan solar, dalam sehari hanya satu atau dua SPBU yang menjual solar. Sedangkan di SPBU yang tak punya persedian sudah dipasang plang ”BBM Bio Solar Dalam Pengiriman”. Pantauan Batam Pos di SPBU yang persediaan solarnya sudah habis tampak lengang.
Usman, sopir truk saat ditemui di SPBU Tembesi, menuturkan mereka harus berjuang keras untuk dapat solar. Bagi mereka yang tidak sabar untuk antre harus merogoh kocek lebih dalam lagi dengan membeli solar yang dijual para pengecer di pinggir jalan.
Menurut dia, kelangkaan solar yang terjadi dalam sebulan terakhir ini, karena pendistribusian tidak merata di semua SPBU. Sebab, sambungnya, jika di satu SPBU memiliki persediaan solar, maka bisa dipastikan akan terjadi kekosong di SPBU lainnya. Akhirnya, pembeli solar menumpuk pada satu tempat atau SPBU.
”Memang begini terus kenyataan selama ini. Kalau ingin isi di SPBU harus antre panjang. Kalau nggak ya beli eceran di pinggir jalan,” kata Usman, Kamis (22/11).
Terbatasnya stok solar juga mengharuskan petugas SPBU membatasi pembelian solar baik kepada kendaraan maupun yang membeli menggunakan wadah jeriken untuk kepentingan nelayan dan masyarakat pulau. Untuk kendaraan seperti angkutan umum, bus pariwisata, termasuk truk dibatasi maksimal 40 liter per hari. Untuk nelayan dibatasi maksimal 148 liter setiap satu pemegang surat rekomendasi.
”Jadi memang masih dibatasi (pembelian solar, red). Biasanya sampai 400 liter sekali beli tapi hanya tiga jerigen saja (148 liter) dilayani itupun kalau ada (stok di SPBU),” ujar Ridwan, nelayan Pulau Bulang, kemarin.
Pembatasan ini dibenarkan petugas SPBU sebagai upaya agar semua kendaraan yang antre di pompa pengisian solar mendapatkan jatah. ”Kalau tak dibatasi nanti tak kebagian orang yang antre atau datang belakangan,” ujar Sumardi, petugas SPBU.
Sebelumnya, Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut, Rudi Arifianto memastikan ketersediaan solar di SPBU-SPBU yang bisa didapatkan sesuai jadwal. Hal itu dilakukan agar penyaluran solar tepat sasaran kepada masyarakat tidak mampu dan nelayan kecil. ”Harus berkolaborasi harga solar tersalurkan tepat sasaran,” kata Rudi.(cr1/eja/she)
