
batampos.co.id – Dirpolairud Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombespol Benyamin Sapta mengatakan, belum ada temuan adanya indikasi sebaran paham radikalisme di wilayah pesisir. Meskipun demikian, program Quick Win tetap berjalan, Melalui program itu, polisi tetap mengawasi penyebaran paham radikalisme dengan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Setiap bulan, personel Polda Kepri datang langsung ke pemukiman pesisir. Pengawasan bahkan juga dilakukan di pulau-pulau yang tidak berpenghuni sekalipun. Sebab bisa saja pulau-pulau nirpenghuni itu dijadikan sarang penyebaran radikalisme.
“Kami awasi semua supaya masyarakat kita tidak terkena ancaman paham radikal,” kata Benyamin, Jumat (23/11).
Kepri yang terdiri atas 98 persen laut, menghubungkan ribuan pulau-pulau kecil. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi pihak keamanan.
Beberapa kabupaten/ kota juga menjadi pintu keluar masuk orang-orang. Baik itu lintas dalam negeri, maupun orang-orang dari luar negeri.
Melalui Quick Win, feedback dari masyarakat bisa diperoleh petugas. “Sehingga penanganan atas suatu masalah bisa langsung tertangani,” imbuhnya.
Sejauh ini, feedback masyarakat itu bisa dirasakan langsung. Beberapa kasus kejahatan yang sudah diungkap berawal dari adanya laporan masyarakat.
(bbi/JPC)
