
batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam menargetkan seluruh Puskesmas yang ada di kota Batam terakreditasi pada tahun 2019 mendatang. Saat ini sudah 14 puskesmas yang terakreditasi dengan grade (tingkatan penilaian) tertinggi (Paripurna) dan madya. Enam lain akan segera nyusul hingga tahun 2019 mendatang.
Kadinkes Batam Didi Kurmajardi berharap agar seluruh puskesmas di kota Batam memperoleh grade akreditasi tertinggi atau minimal madya. “Jangan sampai (grade) dasar karena hinterland saja sudah madya keatas semua,” ujar Didi saat menghadiri survei akreditasi Puskesmas Seilekop di Sagulung, Kamis (22/11).
Enam puskesmas yang belum akreditasi itu sebut Didi diantaranya; puskesmas Lubukbaja, Kampung Jabi, Rempang Cate, Tanjunguncang dan Sengkuang. “Satu lagi saya lupa. Tapi jatah (akreditasi) tahun ini tinggal Lubukbaja karena Seilekop sudah dilaksanakan hari ini. Lima lainnya akan diselesaikan tahun depan,” tuturnya.
Akreditasi layanan medis Puskesmas diakui Didi, merupakan sebuah kewajiban yang diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas untuk menjamin mutu pelayanan medis kepada masyarakat. “Ini juga penting untuk memaksimal layanan BPJS. BPJS tidak mau kerja sama kalau fasilitas kesehatan tidak terakreditasi,” kata Didi.
Untuk mendapatkan akreditasi ini, setiap Puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan lainnya harus melalui tahap penilaian mencakupi tiga hal penting diantaranya; sistem administrasi puskesmas, sistem pelayanan puskesmas serta upaya keterlibatan masyarakat dibidang kesehatan. “Penilaian ini akan dilakukan tim surveyor dari Kemenkes untuk menentukan gradenya,” ujar Didi.
Tiga Tim Surveyor Mulai Nilai Puskesmas Seilekop
Puskesmas Seilekop yang merupakan satu dari beberapa Puskesmas yang diakreditasi tahun ini mulai dinilai tim surveyor akreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dari Kementerian selama tiga hari yang dimulai, Kamis (22/11), kemarin.
Penilaian ini bertujuan untuk menentukan grade akreditasi Puskesmas. Tim serveyor ini diantaranya; dr Musril (ketua tim), dr Hendri Rusdian dan dr Alwi Mujahit.
Pantuan di lapangan, saat melakukan penilaian, tim surveyor ini tampak teliti menapaki satu persatu layanan medis di Puskesmas yang dikepala oleh dr Erizal itu. Ruangan pendaftaran yang sedang ramai dengan antrean pasien juga dinilai secara terliti. Sejumlah petugas medis dan adimistrasi Puskesmas juga dimintai keterangan terkait layanan di sana. “Memang seperti ini penilaiannya karena mencakupi tiga bagian yakni sistem administrasi, pelayanan dan upaya keterlibatan masyarakat dibidang kesehatan,” ujar dr Musril.
Kepala Puskesmas Seilekop Erizal kepada wartawan menyampaikan mutu pelayanan dab administrasi puskesmas Seilekop sudah sesuai dengan standar kesehatan yang ada. Dia optimis bahwa puskesmas yang dipimpinya itu akan mendapatkan tingkatan yang memuaskan nantinya. “Harapan kita Paripurna karena semua standar sudah terpenuhi,” katanya.
Puskesmas Selekop yang melayani masyarakat di tiga kelurahan (Seilekop, Sagulung Kota dan Seibinti) sudah dilengkapi ruangan rawat inap dan poli pelayanan yang cukup lengkap. Tenaga medis yang tersedia cukup idela sebanyak 47 orang. (eja)
