Rabu, 8 April 2026

128 Ribu Paket Sembako Murah 2019 Dibagi Dua Periode

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pemko Batam kembali menganggarkan bazar sembako murah dalam APBD 2019 mendatang. Jumlah sembako yang disiapkan masih sama dengan tahun ini, yakni sebanyak 128.000 paket.

“Tahun depan masih. Jumlahnya sama, 128.000 paket, Setahun dua periode penyerahan, Ramadan dan akhir tahun,” kata Rudi, kemarin.

Sembako bersubsidi ini menurutnya, masih diperlukan masyarakat. Walaupun pertumbuhan ekonomi sudah naik, namun kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Sampai pertumbuhan ekonomi kita membaik lebih tinggi lagi, baru kita kaji kembali, mungkin kalau sudah di atas 6 persen. Hari ini baru 4 lebih, hampir 5 persen. Sampai Desember diperkirakan 5 persen,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, pembelian paket sembako murah oleh masyarakat dengan harga sebesar Rp 50 ribu per paket dari harga paket Rp107 ribu per paket. Pemko Batam memberikan subsidi Rp57 ribu per paket.

“Sedangkan uang yang dibayar oleh masyarakat dari hasil penjualan sembako langsung diterima pemenang tender. Sedangkan pelaksanaan program bazar sembako murah dilaksanakan sesuai ketentuan,” sebut Amsakar.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batam Riky Indrakari mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam untuk belajar dari Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk menyusun program Kampung Industri Kreatif di setiap desa.

“Barangkali Disperindag Batam perlu belajar menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan Batam. Tidak perlu malu belajar dengan Pemkab Jember,” kata Riky, kemarin.

Meskipun Jember merupakan kantong kemiskinan tertinggi di Jawa Timur, kata dia, tetapi Bupati dan masyarakatnya punya visi membangun Kampung Industri Kreatif di setiap desa.

Sedangkan Disperindag Kota Batam masih saja bergulat dengan program unggulan yakni, jualan sembako murah selama empat tahun, mulai tahun 2015 sampai 2019 mendatang.

“Yang nominalnya jauh melampaui budget program gabungan Dinas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam,” sebut Riky. (rng)

Update