batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus terjadi di Batuaji dan Sagulung. Kelangkaan semakin menjadi sepanjang akhir pekan kemarin. Nyaris tak ada SPBU yang menjual solar pada Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11) kemarin.
Masyarakat yang memiliki kendaraan berbahan bakar solar benar-benar kewalahan. Aktifitas mereka terhambat sebab sama sekali tak mendapatkan pasokan solar. Jikapun terpaksa mereka harus merogok kocek lebih dalam lagi untuk beli solar eceran di pinggir jalan yang harganya jauh lebih mahal.
“Mau jalan sama keluarga tak bisa karena mobil saya berbahan bakar solar. Susah nyari solar sekarang,” ujar M. Ridwan, warga perumahan Villa Mukakuning, Sagulung, kemarin.
Senada disampaikan sejumlah sopir angkot jenis Bimbar. Untuk dapatkan pasokan solar, mereka harus antre sejak subuh pada SPBU yang dipastikan akan ada stok solar hari itu. Jika terlambat sedikit saja maka tidak akan dapat sebab stok solar di SPBU bertahan paling lama empat jam saja.
“Malam harus cari-cari info memang mana SPBU yang ada solar. Kalau tahu malam diantar ( oleh Pertamina) paginya pasti dilayani makanya harus antre sejak subuh,” ujar Hotben, sopir Bimbar di Batuaji.
Meskipun sudah antre sejak subuh, pasokan solar yang didapat tetap dibatasi. Satu kendaraan maksimal hanya dilayani 40 an liter saja. Ini tentu merepotkan bagi kendaraan angkot dengan tingkat mobilitas yang tinggi tentu tidak mencukupi untuk nambang seharian. “Kalau dapatpun, sore sekitar pukul 15.00 WIB sudah habis karena keliling terus kami,” tutur Hotben.
Petugas SPBU tak menampik adanya persoalan itu. Pembatasan pembelian solar memang harus dilakukan agar bisa melayani banyak orang dan menghindari upaya-upaya penyelewengan ataupun penimbunan.
“Kalau dilayani sesuai yang diminta, pasti lebih repot lagi. Akan lebih banyak lagi yang tak kebagian,” ujar Budi, petugas SPBU Tanjunguncang.
Disinggung terkait jadwal pengantaran solar Budi mengaku ada setiap hari namun tidak bertahan lama sebab permintaan terlampau banyak.
“Kalau antar rutin cuman itu tadi. Malam antar, paginya dilayani paling pukul 09.00 WIB sudah habis. Paling dua jam saja bertahan,” katanya. (eja)
