Rabu, 8 April 2026

Jejak Prestasi BP Batam sepanjang 2018

Berita Terkait

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2018, Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah meraih sejumlah penghargaan atas kinerjanya. Penghargaan pertama adalah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 30 Mei lalu.

“Ini WTP yang kedua. Penghargaan ini akan membuat kami semakin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Batam,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto, 28 Mei silam di Mediacentre BP Batam.

Sebelumnya, BP sudah mendapatkan WTP pada saat dipimpin Hatanto Reksodipoetro pada tahun 2016. Penghargaan ini diperoleh setelah BPK melakukan audit terhadap kinerja keuangan BP Batam.

Opini itu diberikan BPK dengan pertimbangan bahwa kualitas laporan keuangan dianggap sudah memenuhi kriteria

Opini adalah ukuran akuntabilitas dari pengelolaan keuangan yang ada di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L).

Pemberian opini dari BPK menjadi suatu ukuran proses penyusunan laporan keuangan suatu K/L telah transparansi dan akuntabilitas.

Dalam menentukan opini Laporan Keuangan, ada 4 kriteria yang ditetapkan oleh BPK dalam melakukan audit atas Laporan Keuangan K/L.

Kriteria-kriteria tersebut antara lain harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan, memiliki kelengkapan bukti yang memadai, pengendalian internal harus baik, dan penyusunan harus sesuai undang-undang.

Bagi BP Batam, meraih opini WTP bukanlah tujuan akhir. Ini merupakan suatu awal untuk menunjukkan tradisi pertanggungjawaban akuntabilitas, transparansi menggunakan APBN untuk kesejahteraan rakyat yang makin adil.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan keterbukaan informasi publik kepada Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto, Senin (5/11/2018) siang di Istana Wakil Presiden RI

Setelah Opini WTP, BP Batam kemudian meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2018 kategori Lembaga Non Struktural kualifikasi informatif dari Komisi Informasi Publik (KIP) Republik Indonesia, 5 November lalu.

KIP sebelumnya telah melakukan monitoring dan evaluasi kepada Badan Publik. Dimana dari hasil tersebut terlihat tingkat partisipasi Badan Publik yang dilihat dari pengembalian kuisioner tahun ini mengalami kenaikan, tepatnya dari 460 Badan Publik, yang mengembalikan kuisioner sebanyak 289 Badan Publik atau 62,83 persen.

Pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik kali ini dilakukan penilaian akhir dengan kualifikasi sebagai berikut yaitu Informatif, Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak Informatif.

Ketua KIP Gede Narayana mengatakan untuk kategori Badan Publik, ada tujuh kategori, yaitu Badan Publik Kementerian, Badan Publik Lembaga Non Struktural (LNS), Badan Publik Lembaga Negara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LNLPNK), Badan Publik Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Badan Publik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Publik Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan Badan Publik Partai Politik (Parpol).

Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik di Indonesia masih jauh dari tujuan yang diamanatkan UU KIP, karena masih banyaknya Badan Publik yang belum melaksanakan UU KIP.

“Hasil penganugerahan ini bukanlah suatu ajang yang dimaknai sebagai kontestasi, tetapi harus kita maknai sebagai tolak ukur implementasi keterbukaan informasi di Indonesia”, tambahnya.

Adapun tiga besar penghargaan KIP kategori Lembaga Non Struktural (LNS) tahun 2018 yakni Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengusahaan (BP) Batam, Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) RI.

Dan penghargaan terakhir adalah penghargaan Indonesia Awards 2018 yang diselenggarakan oleh iNews TV di iNews Tower, MNC Centre, Jakarta pada 15 November.

Malam penghargaan Indonesia Awards merupakan acara penghargaan yang diberikan kepada lembaga pemerintah maupun non pemerintah serta para tokoh yang berprestasi tentunya dalam memberikan perubahan yang lebih baik dan membanggakan kepada masyarakat Indonesia dalam menjalankan tugas dan fungsi dari bidang pekerjaan masing-masing individu maupun instansi.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo

Dalam acara malam penghargaan Indonesia Awards 2018 yang ketiga kali ini dihadiri oleh menteri, pejabat daerah dan tokoh-tokoh nasional dengan mengambil tema Indonesia Bangga yang terbagi dalam tiga nominasi yaitu kategori Tokoh Publik, Kategori Olahraga dan Kategori Profesional.

Sedangkan untuk Kategori Apresiasi terbagi dalam tujuh belas kategori dimana beberapa kategori tersebut merupakan bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ekonomi Kreatif, Pelayanan Publik, Pariwisata, E-Government, Tata Kelola Pemerintah, Budaya, Pemuda dan Olahraga dan Pertumbuhan Ekonomi.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di dalam acara malam penghargaan Indonesia Awards 2018 ini mendapatkan apresiasi penghargaan untuk bidang kategori Pertumbuhan Ekonomi dimana penghargaan ini diberikan kepadanya karena Kepala BP Batam tersebut dinilai sudah memberikan sumbangsihnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam yang tahun lalu mengalami penurunan.

Melalui tangan dingin serta kerja keras Lukita Dinarsyah Tuwo dalam memimpin BP Batam pertumbuhan ekonomi Batam terus membaik.

Hal tersebut dibuktikan dengan naiknya nilai pertumbuhan ekonomi Batam yang tahun lalu hanya dibawah 2 persen sehingga saat ini nilai pertumbuhan ekonomi Batam naik menjadi diatas 4,5 persen dan terus membaik.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada iNews dan MNC grup, saya ucapkan semoga dengan award ini dapat memacu inovasi dan prestasi diseluruh Indonesia.”

Lukita mengatakan penghargaan ini adalah milik segenap seluruh karyawan BP Batam dan masyarakat Batam yang telah bersama-sama melakukan kerja keras, inovasi, melayani masyarakat dan investor agar Batam semakin maju dan berkemang guna mewujudkan Batam maju dan berkembang.(leo)

Update