Senin, 6 April 2026

Polisi Turunkan Tim Gabungan untuk Tekan Angka Kecelakaan, dan Aksi Trek-Trekan

Berita Terkait

batampos.co.id – Polisi mengintensifkan patroli malam mencegah adanya aksi trek-trekan yang biasa dilakukan oleh sekelompok remaja.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolsek Batamkota, AKP Ricky, Senin (26/11) sore.

“Ini yang akan kami fokuskan pengawasan sekaligus patroli yang dilakukan anggota kepolisian di jalan. Kalau ada kejadian di jalan saat malam hari, seperti misalnya adanya aksi trek-trekan sekelompok remaja, laporkan langsung ke kepolisian, kami akan langsung tindak dan proses secara hukum. Jadi masyarakat jangan segan, sungkan atau takut melaporkan adanya trek-trekan atau musibah tabrakan,” ujar mantan Kapolsek Batuampar ini.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang untuk dan satuan lainnya untuk lebih mengintensifkan patroli terhadap aksi trek-trekan di jalan umum, khususnya di Jalan Ahmad Yani Batamkota.

“Jujur kalau hanya mengandalkan kami saja, jumlah personel kami terbatas. Apalagi masyarakat sudah tahu sendiri, kami jaga atau patroli di satu titik jalan raya, usai anggota berpindah berpatroli ke sisi jalan lainnya, para remaja ini kembali lagi. Makanya kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang dan satuan lainnya untuk mencegah adanya aksi trek-trekan di jalan raya umum,” terang Ricky.

Hal yang sama ditegaskan oleh Kepala Unit (Kanit) Laka, Satlantas Polresta Barelang, Iptu Efendi M. Jajarannya akan memperketat pengawasan, mengintensifkan patroli di jalan raya umum yang biasa dijadikan aksi trek-trekan sekelompok remaja malam hari khususnya Sabtu dan Minggu.

Hal itu dilakukan jajarannya, untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh aksi trek-trekan di jalan raya. Sebab korban kecelakaan sendiri, bukan hanya disebabkan karena unsur human eror pengendaranya, tapi juga karena aksi atau ulah sekelompok remaja yang ugal-ugalan trek-trekan di jalan umum.

“Itu prioritas utama kami dari Satlantas Polresta Barelang, membersihkan aksi trek-trekan di jalanan umum di Batam, utamanya di Jalan Ahmad Yani, atau seputaran Masjid Raya di malam hari. Sebab, aksi trek-trekan remaja di jalanan umum, tak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas pengendara lainnya yang akan melintas di jalan tersebut, tapi juga bisa mengancam pengendara lain yang melintas dan sudah tertib berkendaran akibat ulah atau aksi trek-trekan di jalanan umum,” ujar Iptu Efendi M.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengendarai sepeda motor atau mobil, agar diperhatikan seksama kelengkapan dokumen berkendaranya seperti STNK dan utamanya SIM yang merupakan bukti utama seseorang layak untuk berkendara di jalan raya.

“Atas musibah yang menimpa redaktur Batam Pos, Ahmadi Sultan, kami tetap fokus dalami. Namun saya sedikit menyayangkan, harusnya kalau berkendara di jalan raya itu wajib mengantongi SIM. Kalau ternyata tak memiliki SIM, artinya kan tak boleh mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Sebab, kalau ada apa-apa, korban sendiri yang nantinya kesulitan untuk mengurus dokumen-dokumen seperti klaim asuransi,” terang Efendi M.

Apalagi, lanjutnya pada kejadian yang dialami redaktur Batam Pos, pada Minggu dini hari kemarin, korban juga tak mengetahui siapa penabraknya, berapa nomor plat motornya.

“Inilah yang menjadi penghambat polisi dalam menelusuri siapa penabraknya itu. Kalau tak tahu sama sekali siapa penabraknya, motornya apa, berapa plat nomornya, mau pakai petunjuk apa kami bisa tahu siapa penabraknya,” ujar Efendi.

Efendi mengimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati hati serta melengkapi dokumen kendaraan bermotor dan mengenakan helm standar di jalan raya.

“Seperti misalnya, kalau ada pengendara dari sisi kiri hendak berpindah jalur ke kanan, harus lebih ekstra hati-hati. Harus dilihat di belakangnya dari spionnya, apakah di belakangnya sudah sepi, tak ada pengendara lainnya yang berjalan lurus ke lajur kanan, aman untuk berpindah jalur. Karena dalam aturan lalu lintas pengendara yang melaju lurus di jalan, harus diutamakan, diberikan kesempatan untuk melintas terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpindah jalur dari kiri ke kanan,” ujarnya mengakhiri.

Sementara,redaktur Batam Pos, Ahmadi yang menjadi korba balap liar tengah malam masih dalam masa pemulihan dan beristirahat dikediamannya. Ia tak meminta polisi harus dapat menangkap penabraknya, dan menganggap hal itu sudah terlanjur terjadi dan merupakan musibah. tapi mengimbau kepada masyarakat Batam untuk turut peduli kepada anak-anaknya yang remaja agar tak ikut terpengaruh dengan aksi trek-trekan di jalan raya.

“Semoga dengan intensifnya kepolisian dalam berpatroli dan menindak aksi ugal-ugalan di jalan raya, mampu mengikis habis aksi-aksi yang membahayakan masyarakat selaku pengendara,” ujar Ahmadi mengakhir. (gas)

Update