Jumat, 10 April 2026

Era Digital, Guru Harus Inovatif

Berita Terkait

Sejumlah guru SD Cendana, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam menyambut anak didiknya dengan menyalami mereka satu persatu. Budaya salam ini diharapkan bisa membentuk kepribadian anak didik agar selalu menghormati orang yang lebih tua. foto: Cecep Mulyana / batampos

batampos.co.id – Guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Untuk itu, dimana sekarang sudah memasuki era revolusi 4.0, maka guru pun dituntut untuk berubah, lebih inovatif dalam mengajar atau memberikan materi ajar kepada anak-anak didiknya.

Dalam menghadapi tanta-ngan tersebut, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan kepada organisasi profesi guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi penggerak perubahan di era digital ini. Guru harus dapat memberikan andil, tidak hanya penyeleng-garaan di sekolah namun ikut melahirkan pemikiran yang membangun terkait kebijakan daerah.

”Lahirkan gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke-21,” kata Rudi saat upacara peringatan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-24 tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (26/11).

Dalam kesempatan ini, Rudi membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi. Ia menyampaikan, dunia hari ini menghadapi fenomena disrupsi seperti lahirnya digitalisasi sistem pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan artificial intelligence.

Pertama adalah inovasi pembelajaran daring (dalam jaringan) yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain. Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.

Kemudian, kedua adalah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia. Di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi dan menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif.

”Hal inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan,” jelasnya.

Rudi menyampaikan, kedua contoh perkembangan di atas mengubah secara fundamental kegiatan belajar-mengajar. Ruang kelas mengalami evolusi ke arah pola pembelajaran digital yang menciptakan pembelajaran lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring.

”Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik,” terangnya.

Demikian juga, sambung Rudi, peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin.

Terkait tantangan era revolusi industri 4.0, sejatinya PGRI telah menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center yang merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zamannya. Ini sekaligus sebagai penanda datangnya era baru, guru-guru muda milenial yang menjadi anggota baru PGRI.

”Selamat datang era baru PGRI yang terus berjuang untuk menjadikan profesi guru bermartabat, berdaulat, profesional, sejahtera, dan terlindungi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai soliditas, solidaritas, independensi, integritas, dan profesionalitas,” jelasnya. (iza)

Update