batampos.co.id – Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam menjadi percontohan MPP di Indonesia. Bahkan konsep penerapan MPP Kota Batam ini, menarik perhatian delegasi Azerbaijan dan Georgia. Sebab, hingga saat ini sudah ada 32 instansi yang membuka stan perizinan di MPP Batam, dan hampir semua perizinan sudah online.
”Delegasi dari ASAN Xidmat Azerbaijan (MPP-nya Azerbaijan, red) berkunjung ke stan MPP Batam, 7 November lalu, saat International Public Service di Jakarta. Dan mereka suka dengan penerapannya di Batam,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau di ruangannya, Senin (26/11/2018).
Gustian mengatakan, MPP di Indonesia mengambil contoh penerapan Public Service Hall (Mal Pelayanan Publik) di Azerbaijan dan Georgia. Ini adalah konsep pelayanan publik yang terintegrasi dan diakui oleh dunia.
”Sebenarnya MPP mengadopsi dari Azerbaijan dan Georgia. Tetapi khusus di Batam, Mr Asad Zafarli selaku Ketua Delegasi Azerbaijan tertarik dalam jumlah dan jenis layanan yang variatif dan fasilitas pendukung yang disediakan di MPP Batam. Bahkan berdasarkan informasi yang ia dapatkan, MPP Batam saat ini yang paling mirip konsep layanannya dengan ASAN Xidmat di Baku Azerbaijan ataupun Public Service Hall di Georgia,” sebutnya.
Ia mengatakan, di MPP Batam saat ini terdapat 32 ins-tansi dan 443 perizinan dan nonperizinan. Paling banyak dan variati di Indonesia. ”Dan memang MPP yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam ini adalah yang terbaik di Indonesia,” terangnya.
Gustian menjelaskan, untuk membuat nyaman pengunjung, MPP juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Antara lain konter pelayanan yang representatif dan nyaman, ruang laktasi, perpustakaan, arena bermain anak, charging station (tempat pengisian baterai ponsel), musala, klinik, balai pernikahan, tempat pijat elektronik (refleksi). Selain itu, ada juga ruang VVIP untuk investor, layanan mandiri atau peng-input-an perizinan online, ruang rapat dan audio visual, perbankan, high speed WIFI, dan fasilitas lainnya.
Saat ini, lanjut Gustian, MPP Batam terdiri atas 160 konter. Masing-masing konter dilengkapi komputer dan kelengkapannya. MPP Batam juga menyiapkan layanan self service (mandiri) sebanyak 6 tempat, masing-masing terdapat komputer dan scanner, serta dibantu dua orang petugas/hepdesk untuk informasi penginputan perizinan online. Hampir semua layanan di MPP sudah online dan cashless.
”Jadi, memang MPP ini dibuat untuk memudahkan berinvetasi di Batam. Dimana Kota Batam sebagai pengelolanya berupaya membuat iklim investasi di Batam semakin mudah dan transparan,” imbuhnya.
Beberapa hari lalu, Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Edward Brando juga meng-apresiasi Pemko Batam karena MPP Batam adalah yang terbaik di Indonesia. Dimana untuk mencapai prestasi ini dibutuhkan terobosan, ide, dan pemikiran yang luar biasa.
”Kami apresiasi Pemko dan BPM-PTSP dalam hal MPP ini. Kita berharap agar pihak Pemko Batam dan BP Batam terus untuk meningkatkan kinerja. Termasuk untuk memudahkan segala perizinan,” katanya.(ian)
