Selasa, 17 Februari 2026

Pemkab Natuna Minta Layanan Telekomunikasi Merata

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mengusulkan pemerataan layanan telekomunikasi. Ini disebabkan Natuna yang merupakan daerah kepulauan, tidak hanya fokus di Pulau Bunguran.

Kepala Dinas Kominfo Pem-kab Natuna Raja Darmika me-ngatakan, upaya pemerintah daerah dilakukan melalui berbagai usulan kepada pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait.

”Kami sudah melayangkan beberapa usulan perihal kondisi telekomunikasi ini kepada pemerintah dan provider, supaya ada pemerataan dan pe-nguatan jaringan,” kata Darmika, Senin (26/11).

Salah satu usulan berupa penambahan bandwidth di pulau-pulau perbatasan. Di antaranya Pulau Laut, Serasan, Midai, dan Subi. Serta usulan penambahan layanan BTS Universal Service Obligation (USO).

Bulan lalu, sambungnya, usulan peningkatan BTS juga ditujukan kepada Direktur Badan Aksesebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan penambahan bandwidth ke Direktur Utama PT Telkomsel.

”Sebelumnya kami telah me-ngusulkan peningkatan fasilitas telekomunikasi ke BP3TI khusus untuk Pulau Laut,” kata Darmika.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah BTS di Natuna sebanyak 79 unit dengan rincian BTS Telkomsel sebanyak 38 unit, BTS Indosat sebanyak 11 unit, BTS XL sebanyak enam unit, dan BTS Telkom sebanyak tiga unit. Selain itu, ada juga BTS Smartfren satu unit, BTS USO perbatasan tujuh unit, dan Uso Telinfo Tuntas sebanyak 14 unit.

”Semuanya ini telah berope-rasi dan tersebar di 73 desa dan kelurahan di Natuna. Semua-nya bisa untuk nelpon dan SMS, Tapi baru 21 desa dan kelurahan yang bisa menggunakan layanan internet,” terang Darmika.

Total BTS tersebut katanya, tahun ini akan ada tambahan BTS Smartfren sebanyak 15 unit, sehingga total BTS akan berjumlah 94 unit di Natuna.

”Tapi 15 BTS Smartfren ini masih on progres dan yang on air baru satu unit,” sambungnya.

Ia mengaku apresiatif dengan respons pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas telekomunikasi di Natuna sehingga komunikasi dan usaha masyarakat bisa berjalan lebih baik.

”Kami akan terus berupaya meningkatkan jangkauan kapasitas telekomunikasi ini sampai tidak ada lagi daerah blankspot area di Natuna. Kami ingin seluruh desa di Natuna dapat jaringan internet sebagai terwujudnya program smart island,” harapnya. (arn)

Update