
batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat paripurna DPRD dengan agenda pengantar nota keua-ngan RAPBD 2019. Pada rapat tersebut diketahui rancangan APBD Anambas tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1,167 triliun.
Bupati Anambas Abdul Haris menjelaskan melemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor meningkatnya asumsi pendapatan. Ditambah adanya perbaikan harga minyak mentah (ICP) secara nasional bahkan global yang diiringi dengan lifting migas yang menunjukan trend positif, sehingga diperkirakan DBH Migas mengalami kenaikan.
”Kenaikan APBD dipacu juga peningkatan alokasi DAK tahun 2019. Dengan adanya perbaikan pendapatan tersebut, diharapkan membawa perbaikan perekonomian di Anambas,” ungkapnya, Selasa (27/11).
Ia menjelaskan RAPBD tahun anggaran 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 291,913 miliar atau 31,68 persen dibandingkan dengan APBD murni 2018 yakni sekitar Rp 920 miliar.
Dari data yang ia sampaikan, diketahui kalau kenaikan cukup signifikan terletak pada komponen pendapatan dana perimbangan yang naik 56,91 persen, PAD sebesar 11,10 persen serta pendapatan daerah yang sah sebesar 14,10 persen.
”Dari besaran pendapatan daerah tersebut akan digunakan untuk keperluan belanja tidak langsung sebesar Rp 424,529 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 788,449 miliar,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Imran, mengatakan, DPRD akan menyampaikan pemandangan umum dari tiap-tiap fraksi sebelum akhirnya disahkan menjadi Peraturan Daerah. Sesuai jadwal, paripurna pemandangan umum fraksi pun bakal dilakukan pada hari ini Rabu (28/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
”Sesuai dengan tahapan dan mekanismenya seperti itu,” ungkapnya.(sya)
