batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik dan sangat mendukung implementasi pajak online di restoran, hotel, dan tempat belanja lainnya. Hal ini akan meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya akan memaksimalkan pembangunan.

“Kepri terus berbenah dan memperbaiki diri agar investasi semakin banyak yang datang. Pembangunan semakin meningkatkan kesejahte-raan masyarakat,” kata Nurdin saat peluncuran Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pemanfaatan Sistem Penerimaan Pajak Online di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (28/11/2018).

Peluncuran itu dihadiri langsung Pimpinan KPK Basaria Panjaitan, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Sekda Kepri TS Arif Fadillah, Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari. Hadir juga Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Bupati Bintan Apri Sujadi, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul serta sejumlah kepala daerah dari Riau dan Kepri.

Nurdin mengapresiasi terobosan Pemko Batam dalam meningkatkan PAD dengan mengimplementasikan sistem penerimaan pajak online di tempat tempat usaha. Inovasi dengan menerapkan sistem penerimaan pajak secara online dengan cara menempatkan tapping box di restoran-restoran dan hotel. Dengan begitu pendapatan daerah bertambah dan pembangunan akan lebih maksimal.

Menurut Nurdin Kepri saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur. Ini sejalan dengan rencana akan dibangunnya jembatan Batam Bintan dan beberapa wilayah di Kepri menjadi KEK. Dan Kepri sedang memimpikan membangun infrastruktur agar berdaya saing.

“Silahkan kabupaten/kota yang lain membuat terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan PAD di wilayah masing-masing,” kata Nurdin.

Pimpinan KPK Basaria Panjaitan berpesan kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati, Wali Kota untuk lebih berhati-hati dalam masalah perizinan. Karena sangat riskan.

“Jangan mengambil dan meminta sesuatu untuk kepentingan pribadi,” tegas Basaria.

Gubernur, Wali Kota dan Bupati merupakan orang orang terpilih yang menjadi nomor satu didaerahnya. Menurut Basaria, merupakan tanggung jawabnya untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Jabatan menjadi enak dan enjoy jika menjalankannya sesuai amanah dan tanggung jawab. Tetapi bisa menjadi pemicu stress, jika tidak amanah dan juga menyisakan hutang janji-janji,” kata Basaria.

Basaria juga menekankan agar kepala daerah menjaga wibawa dan tanggung jawab terhadap jabatan dan pada masyarakat. Agar masyarakat bangga memiliki pemimpin yang amanah.

“Jika penegak hukum dan aparat pemerintahnya baik, insya Allah masyarakat akan makmur, negara juga akan disegani dan dihormati negara lain,” kata Basaria.

Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari, awalnya tapping box dipasang tahun 2017 sebanyak 40 unit. Dari jumlah pemasangan itu, ada peningkatan PAD Batam sebanyak 20 persen. KPK memperkuat agar ditargetkan tahun ini terpasang 500 unit.

Sistem penerimaan online ini kemudian disambut baik oleh Wali Kota Tanjungpinang, Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Dumai, Bupati Bintan, dan Bupati Siak.

“Diperlukan sinergi antara BPD, Pemda dan KPK untuk menjalankan sistem ini.
Pemasangan tapping box memiliki banyak kendala di lapangan, kemudian dibantu KPK dan semua bisa diatasi,” kata Irvandi.

Pada kesempatan itu, Nurdin menambahkan Pemprov Kepri terus menggesa pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan investasi dan kepariwisataan. Daerah-daerah di Kepri sangat berpotensi dan strategis. (bni)