
Foto: Humas BP Batam
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan kemudahan investasi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/11) lewat acara workshop. Kerja sama perlu dirangkai karena Batam dan Jawa Timur merupakan kawasan favorit investor dari Singapura untuk penanaman modalnya.
Workshop kali ini diikuti oleh 120 peserta dari 39 Badan Penanaman Modal (BPM) Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, 1 BPM PTSP Jawa Timur, Kadin Kota Surabaya, Asosiasi, Kawasan Industri dan pelaku usaha. BP juga berbagi informasi mengenai sistem Online Single Submission (OSS).
“Karena posisi geografisnya, Batam didesain sebagai kawasan perdagangan bebas dimana seluruh kegiatan ekspor dan impor serta perdagangan di Indonesia diharapkan dapat terpusat di Batam,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (29/11).
Batam sangat membutuhkan investor dari luar negeri untuk mewujudkannya. Makanya jaringan yang bagus dengan kota investor lainnya seperti Surabaya sangat diperlukan.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi mengapresiasi inisiatif BP Batam atas penyelenggaraan workshop ini.
Jamhadi mengatakan belum semua provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur mampu menggunakan OSS secara optimal.
“Batam yang lebih dulu siap, bisa jadi daerah percontohan bagi daerah lain”, ungkapnya.
Ia berharap melalui workshop ini dapat terjalin kemitraan dan realisasi kerjasama antara Batam dengan Surabaya, mengingat realisasi PMA terbesar dikedua daerah sama-sama berasal dari Negara Singapura.
“Kadin Surabaya selaku tim ahli Kadin Jawa Timur siap apabila ada realisasi hubungan investasi antara Batam dengan Surabaya”, katanya.
Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Tujuannya adalah untuk mendukung pembinaan dan pengembangan standarisasi dan penilaian kesesuaian di Batam. Sehingga akan mempermudah produsen untuk mendapatkan standar nasional Indonesia (SNI)-nya.(leo)
