batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Basaria Panjaitan meminta istri-istri pejabat ikut mengawasi sang suami dari kegiatan yang berpotensi korupsi. Ini disampaikan Basaria dalam seminar Peran Perempuan untuk Mencegah Korupsi di Aula Kantor Wali Kota Batam, Kamis (29/11).
”Jaga bapaknya, jangan sampai tempat tidur bapaknya pindah ke Kuningan (Lembaga Pemasyarakatan/Lapas, red). Kawal!” Seru Basaria.
Menurutnya, tidak ada salahnya jika istri pejabat turut bangga akan posisi sang suami sebagai pejabat, tidak terkecuali menjadi istri pemimpin daerah.
”Kalau saya tanya kira-kira ada kebanggaan enggak sih punya suami sebagai pejabat. Kalau bangga, kebanggaan ini dipegang teguh. Kalau kira-kira Pak Wali Kota atau apapun jabatannya, mereka harus diingatkan selalu,” pesannya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Batam, Marlin Agustina Rudi mengatakan pendidikan antikorupsi akan disampaikan ke peserta didik di Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
”Itu langkah pertama saya sebagai Bunda PAUD,” kata Marlin.
Sebagai istri wali kota yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, kata Marlin, akan mengingatkan pendamping pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam agar menjaga suami masing-masing. Para istri diminta untuk selalu bertanya asal uang atau barang yang diberikan suaminya.
”Saya agak cerewet di rumah. Waktu suami jadi wali kota, saya bilang saya tak mau terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kami sangat menjaga itu. Anak saya juga sudah diajari jauh sebelumnya. Jangan mengambil yang bukan haknya,” imbuhnya.
Pembicara dari Australia Indonesia Partnership of Justice (AIPJ), Judhi Kristantini mengajak para istri pejabat untuk bergabung dalam Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Gerakan ini merupakan hasil kerja sama KPK dan AIPJ sejak April 2014 lalu.
”SPAK sudah ada di 34 provinsi dengan lebih dari 1.000 agen. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, kemudian ke lingkungan. Misal dari ibu-ibu mengajarkan ke anaknya, mengingatkan suaminya,” tuturnya. (iza)
