batampos.co.id – Wakil Walikota Batam menyurvei langsung harga kebutuhan sembako yang tersedia di pasar mura yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam di Kecamatan Sekupang, Jumat (30/11/2018).
“Saya tanya langsung ke ibu- ibu soal harganya. Karena kalau sama saja atau lebih murah buag apa mereka ke sini (pasar murah, red),” kata Amsakar.
Amsakar menyebutkan pasar TPID ini sangat dibutuhkan karena harga yang belakangan terus meroket. Campur tangan pemerintah dalam bentuk pasar murah bisa membantu mengendalikan harga pasar.
“Saya memastikan kalah harga di pasar ini memang murah dari pasar. Makanya saya tanya ibu-ibu karena mereka yang paham,” ujarnya.
Amsakar mengungkapkan sangat mengapresiasi distributor yang mau bekerja dengan pemko Batam untuk memasarkan sayuran, beras hingga daging dengan harga yang lebih murah di pasar,” imbuhnya.
Harga pasar saat ini tidak bisa ditebak. Misalnya cabai merah di pasar hari ini berbeda dengan besok dan hari lainnya.
“Di sini saja kemarin Rp 30 sekarang Rp 32 ribu per kilogram. Inikan membuktikan harga turun naik tapi di pasar TPID jauh lebih murah dibanding pasar,” beber Amsakar.
Ia berharap ke depan harga pasar ini bisa lebih sering diadakan tidak saja diakhir tahun dan lebaran.
“Kalau bisa setiap ada gejolak harga kita langsung intervensi agar harga stabil dan tak ada permainan harga,” sebutnya.
Semetara itu, Kabag Perekonomian Pemko Batam, Zurniati mengatakan harga komoditas yang ditawarkan berbeda dengan pasar. Tujuan pasar murah ini ada untuk mengrndalikan harga pasar yang jelang akhir tahun ini melonjak.
“Murah sudah pasti. Kalau mahal buat apa kami gelar pasar ini,” sebutnya.
Pihaknya bersama distributor dan petani sayur lokal tentu senang jika harga bisa kembali normal dengan adanya pasar murah ini.
“Kami menyesuaikan pastinya. Harga di pasar sudah kami pantau juga,” tutupnya.(yui)
