batampos.co.id – Ratusan penghuni Graha Pena Batam terpaksa dievakuasi, Sabtu (1/12). Alarm kebakaran berbunyi. Manajemen dan sekuriti gedung sembilan lantai itu langsung menyisir seluruh ruangan.
Satu per satu ruangan dicek untuk mencegah adanya penghuni yang terjebak. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa, khususnya para tenant yang berkantor di Graha Pena.
Itu merupakan latihan simulasi untuk evakuasi bilamana terjadi kebakaran di gedung itu. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk melatih sekaligus mempersiapkan jajarannya jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal tidak diinginkan.
“Tujuannya, ketika terjadi kebakaran, semua anggota-anggota kami (manajemen, karyawan, dan sekuriti, Red.) tahu apa yang harus dilakukan,” kata Sabri Nur, Manajer Teknik Graha Pena Batam.
Ruang redaksi Harian Pagi Batam Pos di Gedung Graha Pena lantai 2 juga tak luput dari kegiatan. Apalagi, Batam Pos memiliki ratusan karyawan yang setiap harinya berkutat dengan pekerjaan masing-masing.
Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan mengapresiasi latihan simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti itu harus digelar rutin demi memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi para tenant.
“Tidak ada yang mau ada musibah. Namun, kita tetap harus berupaya mengantisipasi. Dengan adanya latihan ini, setidaknya kita paham dan mengerti apa yang harus dilakukan ketika memang terjadi musibah di kantor kita,” kata pria yang juga Direktur Utama batampos.co.id itu.
Manajer HR & Umum Graha Pena Batam, Hady Nuryanto mengungkapkan, semua pihak dilibatkan dalam simulasi ini. Bahkan General Manager Graha Pena Batam, Reni Sanofa juga terlibat langsung dalam evakuasi.
“Semua dilibatkan. Mulai dari karyawan, manajemen, pimpinan, hingga pengamanan juga ikut berpartisipasi. Semua terlibat dalam simulasi evakuasi terjadinya kebakaran,” kata Hady yang bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan itu. (gun)
