batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, untuk lebih giat menyosialisasikan pentingnya tugas dan wewenang BPOM. Karena menurutnya, banyak masyarakat awam yang belum mengenal pentingnya tanggungjawab BPOM.
“Khususnya bagi masyarakat hinterland dan area pedalaman yang belum paham dengan tanggung jawab BPOM ini,” kata Hendra menanggapi usai diamankan 11.068 kosmetik ilegal, Senin (3/12).
Hendra juga berharap agar sosialisasi ini dilakukan secara intensif kepada pelaku usaha bahwa BPOM merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan izin. Tak hanya itu, BPOM juga harus aktif dalam memberitahukan sekaligus publikasi apa saja yang harus didaftarkan.
“Karena pengawasan itu amanat undang-undang. BPOM yang diberikan kekuasaan untuk menjaga produk-produk untuk di konsumsi. Mereka punya kewajiban memastikan produk aman,” terang dia.
Politikus Golkar itu juga menambahkan, BPOM juga harus memberikan akses yang mudah kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga mereka mudah melakukan registrasi.
“Ini sebenarnya masalah tupoksi BPOM melakukan razia jika ada produk ilegal atau belum teregister,” katanya.
Sosialisasi ini, lanjutnya harus terus menerus diberikan kepada pelaku usaha. Dengan cara memberikan pengetahuan dan metode yang tepat melakukan registrasi.
“Saran saya BPOM lebih banyak turun ke daerah hinterland untuk sosialisasi pentingnya BPOM,” tegas Hendra. (rng)
