Senin, 6 April 2026

Tiket H-4 dan H-3 Natal Penuh

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pihak Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan tiket menjelang natal. Dari hasil pantauan pihak Hang Nadim, tiket H-4 dan H-3 menjelang natal sudah penuh ke beberapa daerah seperti Medan, Jakarta, Padang, Surabaya, Pekanbaru dan Yogyakarta.

“Sedangkan di H-7, H-6, H-5, H-2 dan H-1, sudah terisi hingga 70 persen. Data ini saya dapat dari pihak Airline (Maskapai), Sabtu (1/12) lalu,” kata Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, Senin (3/12/2018).

Ketersedian tiket ini akan terus berkurang. Karena pemesanan tiket dilakukan masyarakat masih sangat tinggi menjelang 25 Desember serta 1 Januari.

“Pemesanan pasti terus dilakukan masyarakat, nanti akan kami update (perbaharui) lagi data ketersedian tiket penerbangan,” ungkapnya.

Dari hasil rapat koordinasi dengan Kementrian Perhubungan, menurut Suwarso peningkatan penumpang diperkirakan sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu. Namun dari pantauan pemesanan yang dilakukan masyarakat saat ini, serta berpatokan dengan data tahun lalu. Diperkirakan kenaikan penumpang hanya 2 persen saja.

“Untuk puncak arus keberangkatan itu 20 Desember, lalu arus balik 6 Januari,” ujarnya.

Suwarso mengatakan Kementerian Perhubungan meminta seluruh bandara memastikan kesiapan armada dan krunya. Lalu memantau tarif yang diberlakukan sesuai PM 14 tahun 2016.

Terkait tarif sesuai PM 14 tahun 2016, ambang batas atas rute Batam ke Jakarta Rp 1.664.000, Batam ke Medan Rp 1.329.000, Batam ke Pekanbaru Rp 784.000, Batam ke Palembang 1.074.000, Batam ke Padang Rp 1.087.000, Batam ke Bandung Rp 1.713.000, Batam ke Yogyakarta Rp 1.842.000, Batam ke Solo Rp 1.839.000, Batam ke Pontianak Rp 1.322.000 dan Batam ke Surabaya Rp 2.080.000.

“Tapi angka ini belum tambahan Ppn 10 persen, tarif sebesar Rp 5ribu dan Psc (Passanger Service Charge) sebesar Rp 60 ribu. Ambil contoh ke Jakarta tarif dasarnya itu Rp 1.664.00 ditambah ketiga item (Ppn 10 persen, tarif, Psc), jadi harga tiket paling tinggi ke Jakarta itu Rp 1.927.300,” ungkapnya.

Namun tarif diatas akan berbeda lagi dengan pesawat yang menjalani rute dengan pesawat propeller (menggunakan baling-baling). “Tarifnya beda lagi, karena lebih lama sehingga bahan bakar dihabiskan lebih besar. Tarif pesawat propeller ini sedikit lebih mahal dibandingkan jet,” ucap Suwarso.

Suwarso mengatakan secara umum tarif pesawat jet sesuai PM 14 tahun 2016 ini, lebih murah dibandingkan PM 126 tahun 2015.

“Contohnya saja Batam ke Surabaya sesuai PM 126 2015, tarifnya Rp 2.274.000. Namun di PM 14 2016, Batam ke Surabaya hanya Rp 2.080.000. Saya lihat tarif Ambang Batas Atas PM 14 2016 ini lebih murah,” tutur Suwarso. (ska)

Update