Jumat, 1 Mei 2026

BPOM Kembali Amankan Puluhan Ribu Kosmetik Ilegal

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Maka-nan (BPOM) Kepri kembali mengamankan puluhan ribu kosmetik ilegal berbagai me-rek di Mall Avava, Jodoh, Selasa (4/12). Kosmetik-kosmetik tersebut diamankan karena tidak memiliki izin edar, serta diduga mengandung bahan-bahan berbahaya seperti mercury.

”Razia yang kami lakukan ini atas arahan BPOM Pusat,” kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, Selasa (4/12).

Yosef menyebutkan ketika BPOM bersama kepolisian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyambangi pasar tersebut, pemilik konter-konter yang menjual kosmetik ilegal memilih kabur.

”Saat kami sampai di sini (Mall Avava) para penjualnya sudah kabur semua. Walaupun tak ada orangnya, kami tetap mengamankan beberapa kosmetik ilegal yang ada di toko-toko itu,” sebutnya.

Ia mengatakan jenis kosmetik yang diamankan seperti krim malam, mascara, dan lipstik.

Sejauh ini, kata Yosef, kosmetik yang diamankan jenisnya hampir sama dengan hasil razia yang diadakan jajaranya pada 27 November lalu. ”Mirip-mirip lah jenis dan mereknya,” ungkapnya.

Dari penelusuran yang dilakukan BPOM, kepolisian, dan Disperindag di Pasar Avava kemarin, mendapati sekitar 10 persen toko kosmetik menjual barang ilegal.

”Ada 10 toko yang kami razia. Kami nantinya akan menyurati pemiliknya untuk datang ke BPOM Kepri,” tuturnya.

Melihat jenis barang yang diedarkan di toko-toko tersebut, diduga disalurkan distributor yang sama. ”Kami rasa begitu, tiap jenis kosmetik ilegal ini diduga distributornya sama,” tuturnya.

Menurut Yosef, permintaan masyarakat akan kosmetik ilegal ini masih tinggi. Padahal, beberapa jenis kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya seperti mercury.

”Mercury ini bisa menyebabkan kanker kulit. Bagi wanita hamil, menggunakan krim mengandung mercury bisa menyebabkan janinya cacat. Jadi sangat berbahaya menggunakan kosmetik-kosmetik yang belum teruji,” ujarnya.

Untuk itu, Yosef menegaskan pihaknya akan terus melakukan razia karena masih ada beberapa pusat perbelanjaan lagi yang diduga menjual kosmetik-kosmetik ilegal.

”Kita masih agendakan beberap kali lagi, setelah itu kami melakukan pengawasan terhadap makanan jelang Natal dan Tahun Baru,” terangnya.(ska)

Update