Dokumentasi Wikimedia

batampos.co.id – Perusahaan layanan pager asal Jepang, Tokyo Telemessage, akhirnya akan mengakhiri layanan mereka September 2019 mendatang. Penutupan layanan pager satu-satunya itu, dikarenakan permintaan yang terus merosot sejak maraknya peredaran smartphone, tidak hanya di Jepang tetapi di seluruh negara di dunia.

Perusahaan tersebut menyebutkan, saat ini pengguna jasa pager melalui mereka berada di bawah angka 1.500 pelanggan. Padahal di tahun 1996, pelanggan mereka mencapai 1,2 juta pengguna.

Untuk generasi zaman now yang membaca artikel ini, pager tentu benda asing. Pager populer di tahun 1900-an, sebelum muncul seluler (handphone). Popularitas pager juga sampai ke Indonesia pada tahun itu.

Berbeda dengan seluler, dimana alat (handphone) bekerja dua arah antara penelepon dan penerima, pages hanya bekerja satu arah. Orang yang ingin mengontak rekannya melalui pager, harus lebih dulu menghubungi operator pager yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Selanjutnya, operator akan meneruskan pesan dalam bentuk teks ke pemilik pager yang dituju.

Teknologi pager tergusur perlahan-lahan begitu layanan seluler muncul sebelum tahun 2000, dan terus berkembang hingga kini. (hsl)

Advertisement
loading...