Kamis, 12 Maret 2026

Tergiur Ponsel Murah, Ketipu Jual Beli Online

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Penipuan dengan modus jual beli online kembali memakan korban. Kali ini dialami Ahmad, warga Perumahan Taman Lestari, Batuaji. Pria 39 tahun ini kehilangan uang sebesar Rp 6 juta karena tergiur dengan promo ponsel pintar murah yang dijumpai di laman medias sosial.

Saat mengadu ke Mapolsek Sagulung, Selasa (4/12), Ahmad mengaku tetap bersyukur, dia dan keluarganya cepat sadar dari aksi penipuan itu, sehingga kerugian tidak bertambah banyak. Jika saja dia dan keluarganya tetap terlena, maka kerugian bisa mencapai puluhan juta rupiah.

”Setelah saya transfer Rp 6 juta itu, mereka (pelaku) minta transfer lagi. Katanya (pelaku, red) untuk jaminan lolos pemeriksaan Bea dan Cukai,” ujar ayah dua anak itu, kemarin.

Diceritakan Ahmad, apes yang dialaminya bermula dari temuan promo penjualan ponsel pintar murah di laman Facebook. Tergiur, Ahmad dan istrinya menghubungi nomor ponsel yang tertera di kolom promo itu. Penerima telepon mengaku tinggal di Batam dan menyanggupi permintaan Ahmad dan istrinya yang memesan enam unit smartphone dengan total harga Rp 6 juta.

”Pelaku juga kirim foto identitasnya melalui WhatsApp, jadi meyakinkan. Kami kemudian transfer uang (Rp 6 juta) melalui ATM BRI di SP Plaza, kemarin (Senin, 3/12, red) pagi ke rekening yang dia (pelaku) kasih,” cerita Ahmad.

Setelah transfer dan mengi-rim bukti transfer, Ahmad kembali menghubungi pelaku. Namun, pelaku meminta bersabar hingga sore karena ponsel-ponsel dalam perjalanan.

”Sore sampai malam tak muncul juga. Saya coba telepon lagi, dia malah minta kirim uang lagi Rp 3 juta. Katanya ponsel yang saya pesan didatangkan dari luar Batam dan ditahan Bea dan Cukai. Saya harus kirim uang lagi sebagai jaminan agar pesanan saya lolos,” terangnya.

Merasa janggal, Ahmad akhirnya menolak permintaan pelaku, hingga nomornya diblokir. Barang yang dipesan juga tak kunjung datang hingga saat ini.

Aksi penipuan serupa kerap terjadi di Batuaji dan Sagulung. Pihak kepolisian yang menerima laporan hanya bisa menghimbau agar masyarakat lebih waspada. Untuk mengungkap pelaku penipuan agak sulit sebab pelaku umumnya menggunakan identitas dan akun palsu.

”Tetap kita lidik cuman agak sulit. Kami imbau agar masyarakat lebih waspada. Ja-ngan mudah tergiur dengan hal-hal semacam itu,” pesan Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko.(eja)

Update