batampos.co.id – Tahun 2019, pengusaha kawasan industri dan BP Batam akan mencoba menjajaki pasar Amerika. Negeri Paman Sam dianggap market ideal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2019.

“Kami tengah membahas internal bagaimana agar bisa masuk ke Pasar Amerika,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing, Rabu (5/12).

Sebenarnya Indonesia dengan Amerika memiliki perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Namun, ia mengungkapkan pengusaha di Batam belum banyak yang mengetahui potensi tersebut.

“Salah satu keuntungan FTA Amerika dengan Indonesia yakni bebas bea masuk ke Amerika tapi harus memenuhi kriteria tertentu. Yang bisa memahami itu BP dan Kementerian Perdagangan (Kemendag),” paparnya.

Sehingga, HKI dan BP Batam berencana untuk melakukan sosialisasi kepada pengusaha Batam agar bisa meningkatkan ekspornya ke Amerika. “Sekarang tinggal bagaimana menjelaskan FTA ini kepada investor,” paparnya.

Metode ini sangat tepat sesuai dengan anjuran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri yang mengingatkan agar Batam meningkatkan ekspornya ke luar negeri.

Momen perang dagang antara Amerika dan China harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Salah satu cara untuk mendorong Kepri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya adalah melalui akselerasi peningkatan ekspor di sektor industri dan UMKM serta jasa di sektor pariwisata.

Kinerja ekspor non migas Kepri selama periode 2012-2018 cenderung menurun dan mengalami defisit neraca perdagangan dua kali yaitu tahun 2012 dan tahun ini.

“Tahun ini yang mengalami defisit neraca perdagangan di semua produk utama ekspor yaitu perkapalan, besi baja, mesin dan elektronik. Satu-satunya yang surplus yakni komoditas CPO dan olahannya, meski menurun pada tahun ini,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera.

Peningkatan ekspor selain mengutamakan dari sisi nilai produk juga perlu memperhatikan produk yang memberikan nilai tambah tertinggi sehingga berdampak signifikan pada neraca perdagangan.

Sedangkan Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan mengatakan momen perang dagang antara Amerika dan China ini menguntungkan Batam pada beberapa sisi.

“Barang-barang dari Cina akan diekspor ke negara lain untuk kemudian diekspor ke Amerika,” ucapnya.

Kondisi ini, kata Taofan, secara tidak langsung akan meningkatkan kegiatan ekspor bagi negara yang pintar memanfaatkan situasi ini. Di sisi lain, ia sependapat dengan pengusaha kawasan industri terkait menggenjot ekspor dari Batam keluar negeri.(leo)

Advertisement
loading...